Makalah
:
Hambatan
Transportasi Dari
Segi
Geografis
Disusun
Oleh :
Israwan
Nurdin

Universitas Negeri Gorontalo
Fakultan matematika Dan Ilmu Penge Tahuan Alam
Jurusan Ilmu Dan Teknologi Kebumian
Program Studi Pendidkan Geografi
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya
kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah
tepat pada waktunya yang berjudul “HAMBATAN TRANSPORTASI DARI SEGI GEOGRAFIS”
Kami menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari
semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan
makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan
terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan
makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala
usaha kita. Amin.
Gorontalo, 23 Oktober 2018
Penyusun
Penyusun
Israwan Nurdin
DAFTAR ISI
Kata Pengantar.......................................................................................................... i
Daftar Isi.................................................................................................................... ii
BAB I Pendahuluan................................................................................................... 1
1.1 Latar
Belakang.................................................................................................... 1
1.2 Rumusan
Masalah .............................................................................................. 2
1.3 Manfaat............................................................................................................... 2
BAB II Pembahasan.................................................................................................. 3
2.1
Uraian Umum Mengenai Pengertian Darui
Transportasi.................................. 3
2.2 Kedudukan Transportasi Di Geografi............................................................... 4
2.3 Hambatan-hambatan Transportasi Di Geografis............................................... 7
BAB III Penutup....................................................................................................... 17
3.1 Kesimpulan ...................................................................................................... 17
3.2 Saran ................................................................................................................ 17
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 18
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Modus transportasi yang ideal akan seketika, bebas, memiliki
kapasitas terbatas dan selalu tersedia Ini akan membuat ruang usang.. Hal ini
jelas tidak terjadi. Space merupakan kendala untuk pembangunan jaringan transportasi.
Transportasi tampaknya menjadi ekonomi aktivitas yang berbeda dari yang lain,
perdagangan. ruang dengan uang waktu dan dengan demikian "(diterjemahkan
dari Merlin, 1992).
Sebagai menggarisbawahi kutipan di atas, tujuan unik dari
transportasi adalah untuk mengatasi ruang, yang dibentuk oleh berbagai kendala
manusia dan fisik seperti jarak, waktu, pembagian administratif dan topografi.
Bersama, mereka memberikan sebuah gesekan gerakan apapun, umumnya dikenal
sebagai gesekan jarak. Namun, Sejauh mana hal ini dilakukan memiliki biaya
yang sangat bervariasi sesuai dengan faktor-faktor seperti jarak yang terlibat
dan sifat dari apa yang sedang diangkut. Tidak akan ada tanpa geografi
transportasi dan tidak akan ada tanpa geografi transportasi. Tujuan dari
transportasi dengan demikian untuk mengubah atribut geografis barang, orang
atau informasi, dari asal ke tujuan, berunding mereka sebuah nilai tambah dalam
proses. Kenyamanan di mana ini dapat dilakukan - transportability -
bervariasi.
Transportability mengacu pada kemudahan pergerakan penumpang,
barang atau informasi. Hal ini terkait dengan biaya transportasi serta atribut
apa yang diangkut (kerapuhan, tahan lama, harga). faktor politik juga dapat
mempengaruhi transportability seperti hukum, peraturan, perbatasan dan tarif.
Ketika transportability tinggi, kegiatan kurang dibatasi oleh jarak.
Tujuan khusus transportasi untuk memenuhi permintaan untuk
mobilitas, karena transportasi dapat hanya ada jika bergerak orang, barang dan
informasi sekitar. Jika tidak memiliki tujuan. Hal ini karena transportasi
dominan hasil dari permintaan berasal. Jarak, atribut inti transportasi dapat
direpresentasikan dalam berbagai cara, mulai dari jarak Euclidean yang
sederhana - sebuah garis lurus antara dua lokasi - untuk apa yang bisa disebut
jarak logistik; satu set lengkap tugas perlu dilakukan agar jarak dapat
diatasi. Setiap gerakan demikian harus mempertimbangkan setting geografis
yang pada gilirannya terkait dengan arus spasial dan pola mereka. Urbanisasi,
perusahaan multinasional, globalisasi perdagangan dan pembagian kerja
internasional adalah semua kekuatan membentuk dan mengambil keuntungan dari
transportasi yang berbeda, tetapi sering terkait, skala. Globalisasi
invovles ruang sendiri arus.
Akibatnya, tujuan dasar transportasi geografis di alam,
karena memfasilitasi gerakan antara lokasi yang berbeda.Transportasi dengan
demikian memainkan peran dalam struktur dan organisasi ruang dan wilayah, yang
mungkin berbeda sesuai dengan tingkat perkembangan. Pada abad ke-19,
tujuan dari bentuk-bentuk modern muncul transportasi, terutama kereta api dan
pelayaran maritim, adalah untuk memperluas cakupan, serta membuat dan
mengkonsolidasikan pasar nasional. Pada abad ke-20, tujuan dialihkan ke jadwal
memilih, memprioritaskan moda transportasi, meningkatkan kapasitas jaringan
yang ada dan menanggapi kebutuhan mobilitas dan ini pada skala yang semakin
global. Pada abad ke-21, transportasi harus menghadapi sistem ekonomi yang
berorientasi global dengan cara efektif tepat waktu dan biaya, tetapi juga
dengan masalah beberapa daerah seperti kendala kemacetan dan kapasitas.
1.2 Rumusan Masalah
a. Uraian Umum
Mengenai Pengertian Dari Transportasi
b. Bagaimana
Kedudukan Transpotasi Di Geografi?
c. Apa Sajakah
Hambatan-hambatan Transportasi Di Geografis?
1.3 Manfaat Penulis
a. Mengetahui Uraian
Umum Mengenai Pengertian Dari Transportasi.
b. Mengetahui
Bagaimana Kedudukan Transportasi Di
Geografi.
c. Mengetahui
Hambatan-hambatan transportasi Di Geografis.
BAB II
PEMBAHASAN
1.1 Uraian Umum
Mengenai Pengertian Dari Transportasi
Secara umum, transportasi dibedakan dalam beberpa jenis
yaitu:
2.
Transportasi
udara
3.
Transportasi
laut
4.
Transportasi
darat
Menurut Abbas Salim (1993), transportasi adalah kegiatan
pemindahan barang (muatan) dan penumpang dari suatu tempat ke tempat lain.
Dimana dalam transportasi terdapat dua unsur penting yaitu:
a. Pemindahan/pergerakan.
b. Secara fisik tempat dari barang
(komoditi) dan penumpang ke tempat lain.
Dalam transportasi terdapat dua kategori penting :
1)
Pemindahan
bahan-bahan dan hasil produksi dengan menggunakan alat angkut
2)
Mengangkut
penumpang dari suatu tempat ke tempat lain.
Hal yang sama juga dikemukakan oleh Rustian Kamaludin
(1986), bahwa transportasi adalah mengangkut atau membawa sesuatu barang dari
suatu tempat ke tempat lainnya atau dengan kata lain yaitu merupakan suatu
pergerakan pemindahan barang –barang atau orang dari suatu tempat ke tempat
yang lain
Selain itu menurut Rustian Kamaludin (1986), manfaat dari
adanya transportasi dapat dibagi dalam dua bagian yaitu:
1.
Nilai
guna tempat (Place Utility)
Yaitu kenaikan atau tambahan nilai ekonomi atau nilai guna
dari suatu barang atau komoditi yang diciptakan dan mengangkutnya dari suatu
tempat ke tempat lainnya yang mempunyai nilai kegunaan yang lebih
kecil, ke tempat atau daerah dimanabarang tersebut mempunyainilai kegunaan yang
lebih besara yang biasanya diukur dengan uang (interens of money)
2.
Nilai
guna waktu (Time Utility)
Yaitu kesanggupan dari barang untuk memenuhi kebutuhan
manusia dengan menyediakan barang-barang, tidak hanya dimana mereka
membutuhkan, tetapi dimana mereka perlukan.
Transportasi diartikan sebagai pemindahan barang dan manusia
dari suatu tempat ke tempat lainnya, hal ini terlihat bahwa :
1) Adanya muatan yang diangkut.
2) Tersedianya kendaraan sebagai alat angkut.
3) Adanya jalan yang dapat dilalui oleh alat angkut
tersebut.
Pemindahan barang dan manusia dengan angkutan adalah untuk
bertujuan menaikkan atau menciptakan nilai ekonomi dari suatu barang, dengan
demikian pengangkutan dilakukan karena nilai suatu barang lebih tinggi di
tempat tujuan dari pada tempat asalnya.
2.2 Kedudukan Transpotasi Di Geografi
Transportasi kepentingan geografer karena dua alasan utama.
Pertama, infrastruktur transportasi, terminal, peralatan dan jaringan menduduki
tempat penting dalam ruang dan merupakan dasar dari suatu sistem spasial yang
kompleks. Kedua, karena geografi berusaha menjelaskan hubungan spasial,
jaringan transportasi menjadi perhatian khusus karena mereka adalah dukungan
utama dari interaksi ini.
Geografi Transportasi merupakan sub-disiplin geografi
prihatin pergerakan barang, orang dan informasi. Ia berusaha untuk
menghubungkan kendala spasial dan atribut dengan asal, tujuan, sejauh, sifat
dan tujuan gerakan.
Transportasi geografi, sebagai suatu disiplin, muncul dari
geografi ekonomi pada paruh kedua abad kedua puluh. Secara tradisional,
transportasi telah menjadi faktor penting di balik representasi ekonomi ruang
geografis, yaitu dalam hal lokasi kegiatan ekonomi dan biaya moneter jarak.
Mobilitas berkembang penumpang dan barang dibenarkan munculnya geografi
transportasi sebagai bidang khusus investigasi. Pada tahun 1960, biaya
transportasi yang diakui sebagai faktor kunci dalam teori lokasi dan geografi
transportasi mulai semakin mengandalkan pada metode kuantitatif, khususnya
melalui jaringan dan analisis interaksi spasial. Namun, dari tahun 1970-an
globalisasi menantang sentralitas transportasi dalam banyak penyelidikan
pembangunan geografis dan regional. Akibatnya, transportasi menjadi di bawah terwakili
dalam geografi ekonomi pada 1970-an dan 1980-an, bahkan jika mobilitas orang
dan barang dan biaya transportasi yang rendah dianggap sebagai faktor penting
di balik globalisasi perdagangan dan produksi.
Sejak 1990-an, geografi transportasi telah menerima perhatian
diperbaharui, terutama karena masalah mobilitas, produksi dan distribusi saling
berhubungan dalam pengaturan geografis kompleks. Sekarang diakui bahwa
transportasi adalah sistem yang mempertimbangkan hubungan yang kompleks antara
unsur-unsur inti. Unsur-unsur inti adalah jaringan, node dan
permintaan. Transportasi geografi harus sistematis sebagai salah satu
unsur dari sistem transportasi dihubungkan dengan banyak lainnya. Sebuah
pendekatan untuk transportasi sehingga melibatkan beberapa bidang di mana
beberapa merupakan inti dari geografi transportasi sementara yang lain lebih
perifer. sistem Namun, tiga konsep pusat transportasi dapat
diidentifikasi:
1. Node Transportasi. Transportasi terutama link lokasi,
sering dicirikan sebagai node. Mereka melayani sebagai titik akses ke
suatu sistem distribusi atau sebagai transshipment / lokasi perantara dalam
jaringan transportasi. Fungsi ini terutama dilayani oleh terminal transportasi
di mana arus berasal, akhir atau sedang transshipped dari satu mode ke mode
lainnya. geografi Transportasi harus mempertimbangkan wilayah operasional
konvergensi dan transshipment.
2. Jaringan Transportasi. Mempertimbangkan tata ruang dan
organisasi infrastruktur transportasi dan terminal. geografi Transportasi harus
disertakan dalam penyelidikan infrastruktur pendukung dan membentuk
gerakan.
3. Transportasi permintaan. Mempertimbangkan permintaan jasa
angkutan serta mode digunakan untuk mendukung gerakan. Setelah permintaan ini
direalisasikan, itu menjadi interaksi yang mengalir melalui jaringan
transportasi. geografi Transportasi harus mengevaluasi faktor yang mempengaruhi
fungsi permintaan turunannya.
Analisis konsep-konsep ini bergantung pada metodologi yang
sering dikembangkan oleh disiplin lain seperti ekonomi, perencanaan matematika,
dan kependudukan. Masing-masing memberikan dimensi yang berbeda untuk
mengangkut geografi. Sebagai contoh, struktur spasial jaringan transportasi
dapat dianalisis dengan teori graph, yang awalnya dikembangkan untuk
matematika. Lebih lanjut, banyak model yang dikembangkan untuk analisis
gerakan, seperti model gravitasi, yang dipinjam dari ilmu-ilmu fisik.
Multidisciplinarity secara konsekuen adalah atribut penting dari geografi
transportasi, seperti dalam geografi pada umumnya.
Peran geografi transportasi adalah untuk memahami hubungan
spasial yang dihasilkan oleh sistem transportasi. Hal ini menimbulkan
beberapa kesalahan tentang transportasi. Pemahaman yang lebih baik dari
hubungan keruangan sangat penting untuk membantu pelaku swasta dan publik yang
terlibat dalam transportasi mengurangi masalah transportasi, seperti kapasitas,
reliabilitas transfer, dan integrasi sistem transportasi. Ada tiga
pertimbangan geografis dasar yang relevan untuk mengangkut geografi:
1. Lokasi. Karena semua kegiatannya berada di suatu tempat,
lokasi masing-masing memiliki karakteristik tersendiri conferring pasokan
potensial dan / atau permintaan untuk sumber daya, produk, jasa atau tenaga
kerja. Sebuah lokasi akan menentukan sifat, asal, tujuan, jarak dan bahkan
kemungkinan gerakan yang akan direalisasikan. Misalnya, sebuah kota
menyediakan lapangan kerja di berbagai sektor kegiatan selain mengkonsumsi
sumber daya.
2. Pelengkap. Lokasi harus membutuhkan pertukaran barang,
orang atau informasi. Ini berarti bahwa beberapa lokasi memiliki surplus
sementara yang lain memiliki defisit. Satu-satunya cara kesetimbangan dapat
mencapai adalah dengan gerakan antara lokasi yang memiliki surplus dan lokasi
memiliki tuntutan. Misalnya, saling melengkapi yang dibuat antara toko (surplus
barang) dan pelanggan (permintaan barang).
3. Skala. Gerakan yang dihasilkan oleh saling melengkapi
yang terjadi pada skala yang berbeda, sambil menunggu sifat
kegiatan. Skala menggambarkan bagaimana sistem transportasi dibentuk atas
geografi lokal, regional dan global. Sebagai contoh, rumah-ke-bekerja
perjalanan umumnya memiliki skala lokal atau regional, sedangkan jaringan
distribusi dari sebuah perusahaan multinasional yang paling mungkin untuk
menutup beberapa daerah di dunia.
4. Akibatnya. sistem transportasi, menurut sifatnya,
mengkonsumsi tanah dan mendukung hubungan antara lokasi. Klik untuk
Beli Topik Terkait.Transportasi dan Ruang Metode dalam Pengajaran
Transportasi Transportasi Geografi Geografi Kesimpulan: Masalah dan Tantangan
di Geografi Transportasi
Media.
Media.
2.3 Hambatan-hambatan
Transportasi Di Geografis
Wilayah Indonesia yang luas, berupa
kepulauan, dan disatukan oleh laut sangat mempengaruhi kondisi transportasi
yang ada. Jalur strategis yang bisa digunakan untuk menghubungkan antara
pulau satu dengan pulau yang lain
adalah jalur laut dan jalur udara. Adapun jenis atau moda transportasi yang
efektif digunakan adalah kapal laut dan pesawat terbang. Adapun jalur darat ada
moda transportasi kereta api, bus, dan mobil yang digunakan untuk menghubungkan
daerah satu dengan daerah lain dalam satu pulau.
Moda transportasi penghubung
antarpulau harus didukung dengan sarana pendukung. Sarana pendukung untuk
pesawat adalah tersedianya bandar udara atau bandara serta lapangan udara.
Untuk pulau-pulau besar dan kota-kota besar dibangunlah bandara yang mampu
menampung pesawat-pesawat besar. Sedangkan di pulau-pulau kecil dibangunlah
lapangan udara yang hanya mampu menampung pesawat-pesawat kecil atau
pesawat-pesawat perintis. Begitu pula dengan penggunaan kapal sebagai moda
transportasi penghubung antarpulau, harus didukung dengan ketersediaan
pelabuhan yang memadai. Ketersediaan pelabuhan yang memadai dan jumlah kapal
yang banyak bisa meningkatkan mobilitas masyarakat antarpulau. Karena
penggunaan moda transportasi kapal dirasa masih lebih murah jika dibandingkan
dengan menggunakan pesawat, sehingga masyarakat lebih banyak memilih untuk
menggunakan kapal untuk bepergian antarpulau.
Adapun hambatan-hambatan transpotasi
dari segi transportasi yaitu :
1. Letak
Geografis
Letak geografis Indonesia yang
diapit dua benua dan berada di antara dua samudra berpengaruh besar terhadap
keadaan alam maupun kehidupan penduduk. Letak ini juga disebut/dikenal sebagai
posisi silang (cross position), seperti gambar di bawah ini:
Letak geografis ini sangat strategis
untuk negara Indonesia, sebab tidak hanya kondisi alam yang mempengaruhi
kehidupan penduduk Indonesia, tetapi juga lintas benua dan samudera ini
berpengaruh terhadap kebudayaan yang banyak dipengaruhi oleh kebudayaan asing,
yakni dalam bidang seni, bahasa, peradaban, dan agama dengan keanekaragaman
suku-bangsa yang kita miliki. Selain kebudayaan, Indonesia juga mendapatkan
keuntungan ekonomis, seperti: pertama, kerjasama antar
negara-negara berkembang sehingga memiliki mitra kerjasama yang terjalin dalam
organisasi, seperti ASEAN (Association of Southeast Asian Nations/Perhimpunan
Bangsa-bangsa Asia Tenggara); kedua, seperti terlihat pada gambar
di atas dapat diketahui Indonesia sebagai inti jalur perdagangan dan pelayaran
lalu lintas dunia, jalur transportasi negara-negara lain, sehingga menunjang
perdagangan di Indonesia cukup ramai dan sebagai sumber devisa negara.
Diketahui secara geografis wilayah
Indonesia sangat luas, maka negara kita dikenal sebagai Negara Kepualauan atau
Negara Maritim. Ini terbukti dari luas wilayah Indonesia dari Sabang sampai
Merauke yang terdiri dari pulau-pulau, dengan memiliki ± 17.000 buah pulau
dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2. Dengan
wilayah Indonesia yang begitu luasnya, maka memiliki keuntungan-keuntungan,
sebagai berikut: a) mempermudah hubungan dengan negara lain, ikatan dagang; b)
saling menjalin kerja sama; b) lalu lintas perdagangan damai dan lancar; c)
persaingan yang menguntungkan; dan d) sumber daya kelautan yang berlimpah.
Keuntungan lainnya, seperti pada
keanekaragaman budaya. Ini menjadi daya tarik bagi masyarakat dunia, sehingga
Indonesia menjadi suatu wilayah salah satu tujuan utama untuk berwisata. Dengan
kecantikan alam dan keanekaragaman budaya bangsa kita, maka sektor pariwisata
menjadi salah satu sumber devisa negara.
Letak geografis Indonesia ternyata
tidak selalu membawa keuntungan, tetapi juga dapat mengakibatkan kerugian,
misalnya: pada tatanan kehidupan sosial, masyarakat Indonesia dapat terpengaruh
oleh budaya luar yang diserap tanpa adanya proses penyaringan (selektif)
terhadap budaya yang negatif, sehingga akan menumbuhkan dampak sosial yang
kurang baik. Budaya negatif yang diserap tanpa proses selektif dapat
mempengaruhi masyarakat Indonesia, seperti: gaya hidup kebarat-baratan, sifat
individualisme, dan cara pandang yang terlampau luas. Budaya negatif ini dapat
mengakibatkan rasa hormat menghormati dan sopan santun antar sesama luntur,
budaya lokal kurang dipertahankan atau mulai ditinggalkan.
Letak geografis Indonesia juga
berpengaruh terhadap keadaan/kondisi alam.Pertama, Indonesia beriklim
laut, sebab merupakan negara kepulauan sehingga banyak memperoleh pengaruh
angin laut yang mendatangkan banyak hujan. Kedua, Indonesia memiliki
iklim musim, yaitu iklim yang dipengaruhi oleh angin muson yang berhembus
setiap 6 bulan sekali berganti arah. Hal ini menyebabkan musim kemarau dan
musim hujan di Indonesia.
2. Iklim
Keterkaitan perubahan iklim dengan
transportasi sudah tidak diragukan lagi. Memang pembuktian ilmiah ‘hubungan’
antara kenaikan suhu bumi dengan konsekuensi penggunaan sarana transportasi
kendaraan bermotor masih digugat oleh sejumlah kelompok pakar. Namun fakta
bahwa telah terjadi peningkatan drastis suhu lagi.
Emisi gas karbon diterima sebagai salah satu
faktor yang menimbulkan kenaikan suhu bumi serta peningkatan permukaan air
laut. Sedangkan semakin meningkatnya gejala cuaca ekstrim baru sebatas
peristiwa yang semakin sering terjadi bersamaan dengan gejala naiknya suhu
rata-rata bumi kita ini. Banjir bandang serta badai semakin kerap terjadi di
Indonesia dan tidak berbeda dengan kecenderungan di seluruh permukaan bumi.
Perubahan iklim ditandai oleh
peningkatan suhu bumi dalam tiga dekade. Suhu rata-rata lebih cepat meningkat
dalam tiga dekade, dibandingkan dengan dekade-dekade sebelumnya. Perubahan
iklim ditengarai erat kaitannya dengan melejitnya penggunaan bahan bakar fossil
dalam jumlah yang semakin banyak.Meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor
menyebabkan meningkatnya konsumsi bakar fossil (BBM). Pembakaran BBM oleh mesin
kendaraan bermotor kemudian melepas gas karbon ke ruang terbuka.
Aktifitas manusia menimbulkan
lapisan gas rumah kaca di atmosfir. Artinya, emisi gas rumah kaca menimbulkan
adanya lapisan yang relatif padat namun kasat mata. Lapisan itu menghambat
kebiasaan lama di atmosfir, yang juga berfungsi sebagai semacam penyerap panas
dari permukaan bumi. permukaan bumi mengalami pemanasan akibat radiasi sinar
matahari, dan kalau panas itu tidak mudah diserap atmosfir yang sejuk ,maka
masuk akal jika kemudian suhu bumi panas, sehingga mencairkan gunung es di
antartika.
Dalam bidang transportasi,
faktor-faktor cuaca seperti pola angin dan curah hujan sangat mempengaruhi
kelancaran jalur transportasi, baik transportasi laut maupun udara. Sebagai
contoh jalur pelayaran akan sangat terganggu jika terjadi angin ribut atau
badai yang disertai hujan lebat. Demikian pula dalam system transportasi udara.Dalam masalah
perubahan iklim, sektor transportasi yang sering berkontribusi terhadap
pemanasan global, emisi gas rumah kaca dan polusi asap kendaraan adalah salah
satu kontributor yang signifikan terhadap emisi antropogenik total. Oleh karena
itu, adalah tantangan untuk sektor transportasi untuk membantu mengurangi
perubahan iklim dengan mengurangi emisi mereka. Inovasi dari emisi yang
dihasilkan sistem transportasi massal sebaiknya menggunakan prioritas dari
energi terbarukan didalam pembangunan masa depan dari sektor transportasi.
Sektor transportasi tidak hanya
berkontribusi kepada perubahan iklim akibat emisi, namun hal ini juga
dipengaruhi oleh perubahan iklim, perubahan iklim selama ini diketahui bisa
meningkatkan faktor terjadinya penyebab kecelakaan akibat cuaca ekstrim.
Kejadian ekstrem adalah merupakan ancaman terhadap keamanan darat, laut dan
transportasi udara.“kecepatan angin tinggi adalah ancaman langsung untuk
penerbangan, dan menyebabkan gelombang laut tinggi yang merupakan ancaman bagi
transportasi laut serta curah hujan yang berlebihan dapat menyebabkan banjir
yang sering menghambat transportasi darat. selain abu vulkanik dan hutan kabut
asap kebakaran menjadi ancaman umum untuk angkutan udara’
Dampak Iklim Terhadap
Transportasi
- Unsur iklim seperti curah hujan, kabut dan angin sering
menghambat transportasi darat terutama jika terjadi kabut tebal, hujan
lebat dan tanah longsor.
- Dalam pelayaran unsur iklim seperti angin kencang dapat
menimbulkan gelombang laut yang besar, lebih-lebih jika terjadi siklon
tropis yang dapat membahayakan awak kapal dan penumpangnya.
- Cuaca buruk merupakan masalah yang memerlukan perhatian
khusus dan serius di dalam dunia penerbangan.
- Unsur cuaca yang menentukan penerbangan adalah arah dan
kecepatan angin pada berbagai ketinggian, perawanan (awan rendah dan
kabut), tinggi dan ketebalan awan, jarak pandang (penglihatan), hujan
badai disertai petir, turbulensi udara dan pengendapan es
Pemanasan global yang berdampak
langsung ke transportasi adalah banjir, jalan kereta api yang longsor,
pelayaran terganggu karena gelombang yang ekstrim, pesawat yang delay karena
cuaca yang buruk. Pemanasan global diakibatkan oleh terperangkapnya sebagian
radiasi sinar matahari yang harusnya sebagian besar dipancarkan kembali dalam
bentuk sinar infra red ke luar angkasa, tetapi karena banyak partikel, antara
lain CO2 yang utama menyebabkan lapisan atmosfer kita semakin tebal, akibatnya
kita merasakan semakin panas. Karena semakin panas, maka terjadinya perubahan
iklim atau cuaca yang ekstrim dan mengakibatkan gangguan alam di sektor-sektor
lainnya, seperti di sektor kesehatan, sektor pertanian, dll.
Pada sektor transportasi darat,
gangguan cuaca yang ekstrim sering menyebabkan terhentinya aktivitas operasi
dan pelayanan jasa transportasi, seperti : banjir yang menggenangi fasilitas
jalan raya kereta api, curah hujan yang tinggi, kenaikan air pasang/ Rob
terutama pada daerah pesisir, rusaknya jalan dan jembatan ( jalan raya maupun
kereta api ), tanah longsor & amblas, dan kerusakan atau penggerakan
lapisan tanah dasarnya.
Pada subsektor perhubungan laut,
banyak gangguan dikarenakan angin badai, ombak besar, yang menyebabkan
pelayaran terganggu, bahkan tidak sedikit terjadi peristiwa yang menyebabkan
jatuh korban, begitu pula kerusakan pada prasarana pelabuhannya. Sedangkan pada
transportasi udara acapkali cuaca ekstrim menyebabkan penundaan penerbangan,
bahkan dalam satu dua peristiwa terjadi kecelakaan pesawat yang serius.
sektor tranportasi dianggap salah
satu pemberi kontribusi terbesar dalam pemanasan global. Sektor transportasi
udara berupaya mengurangi kontribusi emisi yang besar ini, mis. Dengan membeli
pesawat yang makin modern, pasti pesawatnya hemat energi, ramah lingkungan dll.
Sementara pada transportasi darat, ada banyak variasi mobil, ada yang ramah
lingkungan, mobil listrik, dll, meskipun banyak juga masih menggunakan mobil
yang sudah lama.
3.
Cuaca
Cuaca adalah keadaan
udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relative sempit dan pada jangka waktu yang
singkat. Cuaca terdiri dari seluruh fenomena yang terjadi di atmosfer
Bumi atau sebuah planet lainnya. Cuaca biasanya merupakan sebuah
aktivitas fenomena ini dalam waktu beberapa hari. Cuaca rata-rata dengan jangka
waktu yang lebih lama dikenal sebagai iklim.
Aspek cuaca ini diteliti lebih lanjut oleh ahli klimatologi, untuk tanda-tanda perubahan iklim. Cuaca menurut KBBI adalah kondisi udara yang menyangkut
tentang cahaya matahari, kelembapan, kecepatan angin, temperatur
pada saat dan waktu tertentu. Cuaca secara umum adalah keadaan
udara pada suatu saat dalam waktu yang singkat dan pada suatu tempat
atau daerah tertentu yang lingkupnya
sempit.
a.
Peranan
Bidang Transportasi
Dalam bidang transportasi,
faktor-faktor cuaca seperti pola angin dan curah hujan mempengaruhi
kelancaran transportasi baik transportasi laut ataupun udara. Contohnya
jalur pelayaran akan terganggu jika terjadi angin rebut ataupun badai yang
disertai hujan lebat, sepert arah dan kecepatan angin, tinggi
gelombang, badai dan lain – lain. Demikian pula dalam sistem transportasi
udara, fenomena-fenomena alam mempengaruhi kelancaran jalur penerbangan.
b.
Pengaruh Peng-es-an pada Pesawat
Resiko peng-es-an
(icing) diantaranya adalah :
·
meningkatkan berat akibat akumulasi es
·
kehilangan gaya naik (lift) dan meningkatkan gaya hambatan
(drag) akibat deformasi sayap oleh es yang menempel.
·
kehilangan gaya dorong akibat deformasi baling-baling.
·
Kehilangan daya mesin akibat pembentukan es dalam karburator.
Pengetahuan tentang
efek pembentukan es pada karakteristik terbang pesawat akan membantu pilot
untuk mengatur kembali prosedur penerbangannya dengan cepat sehingga
dapat memenuhi tuntutan terbang tambahan yang ada dalam pesawat.
Beberapa proteksi selama pesawat di permukaan tanah adalah :
·
Pelihara pesawat dalam hangar yang hangat bila memungkinkan.
·
Selimuti sayap dan mesin bila peswat dalam keadaan terbuka.
·
Tutupi tabung pilot dengan kain ketika badai salju.
·
Hilangkan embun beku dengan alat pembersih karet atau kain lap.
·
Menghilangkan es dengan air hangat tidak dianjurkan,
karena akan membeku
lagi dan akan memperburuk suasana ketimbang sebelum
pemakaian air hangat.
Untuk keselamatan penerbangan terhadap kondisi peng-es-an, ikuti 10 nasehat
TIDAK dipermukaan dan 8 nasehat TIDAK di udara sebagai berikut :
1.
Di Permukaan Tanah
·
TIDAK berusaha mengudara dengan adanya embun beku pada sayap
atau
ekor pesawat.
ekor pesawat.
·
TIDAK mengudara selama kondisi salju basah.
·
TIDAK menjalankan pesawat dengan cepat pada landasan yang
dilapisi es.
·
TIDAK mengudara tanpa menguji semua kendali untuk menjamin
bahwa engsel- engsel tidak membeku.
·
TIDAK berusaha mengudara dengan adanya es pada pesawat atau
pada baling-baling.
·
TIDAK memanasi mesin dalam kabut ketika temperaturnya di sekitar
titik beku.
·
Penerbangan TIDAK melalui daerah peng-es-an yang kontinu meskipun
pesawat dilengkapi dengan alat bantu menghilangkan es dan anti
peng-es-an.
2.
Di Udara
o
TIDAK terbang terus menerus ke dalam daerah yang kondisi peng-es-asannyadiketahui
o
TIDAK terbang parallel dengan front dalam kondisi peng-es-an.
o
TIDAK membuat putaran tajam jika ada es pada pesawat.
o
TIDAK mendarat dengan
daya lemah ketika es terbentuk pada sayap dan pada permukaan pesawat yang
terbuka.
o
TIDAK terbang kedalam awan cumulus pada temperature rendah,
karena mungkin dijumpai partikel – partikel es.
o
TIDAK terbang melalui hujan lebat dan hujan salju basah ketika
temperature pada paras penerbangan mendekati nol.
c.
Dampak
Cuaca Buruk terhadap Penerbangan Cuaca Buruk pada saat penerbangan dapat
disebabkan karena:
1. Turbulensi
Turbulensi adalah golakan udara yang
umumnya tidak dapat dilihat. Hal ini
dapat terjadi apabila langit cerah dan secara tiba-tiba tanpa diprediksi
sebelumnya . Penyebab:
1 sebaliknya masa udara dingin
turun, turbulensi jenis ini sering disebut dengan ”turbulensi
thermis”
2. Jet stream –
Pergerakan yang sangat cepat arus udara pada level ketinggian yang tinggi,
dan mempengaruhi udara disekitarnya.
3. Pegunungan
– Massa udara yang melewati pegunungan dan mengakibatkan turbulensi pada saat
pesawat terbang diatasnya pada sisi yang lain. Turbulensi jenis ini sering
disebut dengan “turbulensi mekanis”.
4. Wake turbulence – Turbulensi
yang terjadi dekat dengan permukaan yang dilewati pesawat atau helicopter.
2. Kilat
Sambaran kilat pada pesawat terbang akan
merusakkan peralatan navigasi,
juga sistem peralatan yang lainnya dalam pesawat. Selain itu sina
yang silau yang dipancarkan oleh kilat secara terus-menerus
akan mengganggu pilot dalam menerbangkan pesawat, dalam hal ini
pesawat yang digunkan bukanlah pesawat otomatis.
3. Icing
Dalam penerbangan, kodisi icing merupakan
kondisi dimana
terbentuk es di permukaan badan pesawat, atau ketika karburator di dalam mesin pesawat membeku. Icing terjadi ketika uap air membeku di bawah titik beku. Fenomena ini tidak membahayakan penerbangan dengan seketika namun secara perlahan-lahan apabila kondisi ini dibiarkan terus-menerus.
Hal ini akan mengakibatkan kerusakan mesin , pengurangan daya kerja , penambahan berat pesawat, mengganggu arus udara, dan meningkatkan kecepatan stall pesawat yang nantinya akan mengganggu kerja pesawat.
terbentuk es di permukaan badan pesawat, atau ketika karburator di dalam mesin pesawat membeku. Icing terjadi ketika uap air membeku di bawah titik beku. Fenomena ini tidak membahayakan penerbangan dengan seketika namun secara perlahan-lahan apabila kondisi ini dibiarkan terus-menerus.
Hal ini akan mengakibatkan kerusakan mesin , pengurangan daya kerja , penambahan berat pesawat, mengganggu arus udara, dan meningkatkan kecepatan stall pesawat yang nantinya akan mengganggu kerja pesawat.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan diatas saya dapat
simpulkan yaitu hambatan-hambatan transportasi dari segi geografis yaitu, Letak
geografis Indonesia yang diapit dua benua dan berada di antara dua samudra
berpengaruh besar terhadap keadaan alam maupun kehidupan penduduk. Letak ini
juga disebut/dikenal sebagai posisi silang (cross position),
Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di
wilayah tertentu yang relative
sempit dan pada jangka waktu yang singkat. Cuaca terdiri dari seluruh
fenomena yang terjadi di atmosfer Bumi atau sebuah planet lainnya.
Cuaca biasanya merupakan sebuah aktivitas fenomena ini dalam waktu beberapa
hari. Cuaca rata-rata dengan jangka waktu yang lebih lama dikenal sebagai iklim.
Keterkaitan perubahan iklim dengan
transportasi sudah tidak diragukan lagi. Memang pembuktian ilmiah ‘hubungan’
antara kenaikan suhu bumi dengan konsekuensi penggunaan sarana transportasi
kendaraan bermotor masih digugat oleh sejumlah kelompok pakar. Namun fakta
bahwa telah terjadi peningkatan drastis suhu lagi.
3.2
Saran
Semoga makalah yangb kami susun ini bermanfaat bagi kita
semua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar