Rabu, 24 Oktober 2018


Makalah :
Hambatan Transportasi Dari
Segi Geografis
Disusun Oleh :
Israwan Nurdin




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjE1542N55pzY8Gt88Y5FXgUAAmUTmZxMsAIGB-fpKja5oAkUY5ctO71nAJhreiE6XAc6RpR242GQFE3iOUk2MGOpESqrTia_qmRVu-m2WJINzy58_T9DDKa0G6YKnfsxH0B7TxC2UhueSB/s1600/logo+ung+hitam.png

Universitas Negeri Gorontalo
Fakultan matematika Dan Ilmu Penge Tahuan Alam
Jurusan Ilmu Dan Teknologi Kebumian
Program Studi Pendidkan Geografi

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “HAMBATAN TRANSPORTASI DARI SEGI GEOGRAFIS”
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.




Gorontalo, 23 Oktober 2018


             Penyusun
             Israwan Nurdin




DAFTAR ISI
 Kata Pengantar.......................................................................................................... i
Daftar Isi.................................................................................................................... ii
BAB I Pendahuluan................................................................................................... 1
1.1  Latar Belakang.................................................................................................... 1
1.2  Rumusan Masalah .............................................................................................. 2
1.3  Manfaat............................................................................................................... 2
BAB II Pembahasan.................................................................................................. 3
  2.1  Uraian Umum Mengenai Pengertian Darui Transportasi.................................. 3
  2.2  Kedudukan Transportasi Di Geografi............................................................... 4
  2.3  Hambatan-hambatan Transportasi Di Geografis............................................... 7
BAB III Penutup....................................................................................................... 17
3.1  Kesimpulan ...................................................................................................... 17
3.2  Saran ................................................................................................................ 17
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 18


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
 Modus transportasi yang ideal akan seketika, bebas, memiliki kapasitas terbatas dan selalu tersedia Ini akan membuat ruang usang.. Hal ini jelas tidak terjadi. Space merupakan kendala untuk pembangunan jaringan transportasi. Transportasi tampaknya menjadi ekonomi aktivitas yang berbeda dari yang lain, perdagangan. ruang dengan uang waktu dan dengan demikian "(diterjemahkan dari Merlin, 1992). 
Sebagai menggarisbawahi kutipan di atas, tujuan unik dari transportasi adalah untuk mengatasi ruang, yang dibentuk oleh berbagai kendala manusia dan fisik seperti jarak, waktu, pembagian administratif dan topografi. Bersama, mereka memberikan sebuah gesekan gerakan apapun, umumnya dikenal sebagai gesekan jarak. Namun, Sejauh mana hal ini dilakukan memiliki biaya yang sangat bervariasi sesuai dengan faktor-faktor seperti jarak yang terlibat dan sifat dari apa yang sedang diangkut. Tidak akan ada tanpa geografi transportasi dan tidak akan ada tanpa geografi transportasi. Tujuan dari transportasi dengan demikian untuk mengubah atribut geografis barang, orang atau informasi, dari asal ke tujuan, berunding mereka sebuah nilai tambah dalam proses. Kenyamanan di mana ini dapat dilakukan - transportability - bervariasi. 
Transportability mengacu pada kemudahan pergerakan penumpang, barang atau informasi. Hal ini terkait dengan biaya transportasi serta atribut apa yang diangkut (kerapuhan, tahan lama, harga). faktor politik juga dapat mempengaruhi transportability seperti hukum, peraturan, perbatasan dan tarif. Ketika transportability tinggi, kegiatan kurang dibatasi oleh jarak. 
Tujuan khusus transportasi untuk memenuhi permintaan untuk mobilitas, karena transportasi dapat hanya ada jika bergerak orang, barang dan informasi sekitar. Jika tidak memiliki tujuan. Hal ini karena transportasi dominan hasil dari permintaan berasal. Jarak, atribut inti transportasi dapat direpresentasikan dalam berbagai cara, mulai dari jarak Euclidean yang sederhana - sebuah garis lurus antara dua lokasi - untuk apa yang bisa disebut jarak logistik; satu set lengkap tugas perlu dilakukan agar jarak dapat diatasi. Setiap gerakan demikian harus mempertimbangkan setting geografis yang pada gilirannya terkait dengan arus spasial dan pola mereka. Urbanisasi, perusahaan multinasional, globalisasi perdagangan dan pembagian kerja internasional adalah semua kekuatan membentuk dan mengambil keuntungan dari transportasi yang berbeda, tetapi sering terkait, skala. Globalisasi invovles ruang sendiri arus. 
Akibatnya, tujuan dasar transportasi geografis di alam, karena memfasilitasi gerakan antara lokasi yang berbeda.Transportasi dengan demikian memainkan peran dalam struktur dan organisasi ruang dan wilayah, yang mungkin berbeda sesuai dengan tingkat perkembangan. Pada abad ke-19, tujuan dari bentuk-bentuk modern muncul transportasi, terutama kereta api dan pelayaran maritim, adalah untuk memperluas cakupan, serta membuat dan mengkonsolidasikan pasar nasional. Pada abad ke-20, tujuan dialihkan ke jadwal memilih, memprioritaskan moda transportasi, meningkatkan kapasitas jaringan yang ada dan menanggapi kebutuhan mobilitas dan ini pada skala yang semakin global. Pada abad ke-21, transportasi harus menghadapi sistem ekonomi yang berorientasi global dengan cara efektif tepat waktu dan biaya, tetapi juga dengan masalah beberapa daerah seperti kendala kemacetan dan kapasitas. 
1.2  Rumusan Masalah
a.       Uraian Umum Mengenai Pengertian Dari Transportasi
b.      Bagaimana Kedudukan Transpotasi Di Geografi?
c.       Apa Sajakah Hambatan-hambatan  Transportasi Di Geografis?
1.3  Manfaat Penulis
a.       Mengetahui Uraian Umum Mengenai Pengertian Dari Transportasi.
b.      Mengetahui Bagaimana  Kedudukan Transportasi Di Geografi.
c.       Mengetahui Hambatan-hambatan transportasi Di Geografis.





BAB II
PEMBAHASAN

1.1   Uraian Umum Mengenai Pengertian Dari Transportasi
Secara umum, transportasi dibedakan dalam beberpa jenis yaitu:
2.      Transportasi udara
3.      Transportasi laut
4.      Transportasi darat
Menurut Abbas Salim (1993), transportasi adalah kegiatan pemindahan barang (muatan) dan penumpang dari suatu tempat ke tempat lain. Dimana dalam transportasi terdapat dua unsur penting yaitu:
a.       Pemindahan/pergerakan.
b.      Secara fisik tempat dari barang (komoditi) dan penumpang ke tempat lain.         
Dalam transportasi terdapat dua kategori penting :
1)      Pemindahan bahan-bahan dan hasil produksi dengan menggunakan alat angkut
2)       Mengangkut penumpang dari suatu tempat ke tempat lain.
Hal yang sama juga dikemukakan oleh Rustian Kamaludin (1986), bahwa transportasi adalah mengangkut atau membawa sesuatu barang dari suatu tempat ke tempat lainnya atau dengan kata lain yaitu merupakan suatu pergerakan pemindahan barang –barang atau orang dari suatu tempat ke tempat yang lain
Selain itu menurut Rustian Kamaludin (1986), manfaat dari adanya transportasi dapat dibagi dalam dua bagian yaitu:
1.            Nilai guna tempat (Place Utility)
Yaitu kenaikan atau tambahan nilai ekonomi atau nilai guna dari suatu barang atau komoditi yang diciptakan dan mengangkutnya dari suatu tempat  ke tempat lainnya yang mempunyai nilai kegunaan yang lebih kecil, ke tempat atau daerah dimanabarang tersebut mempunyainilai kegunaan yang lebih besara yang biasanya diukur dengan uang (interens of money)
2.            Nilai guna waktu (Time Utility)
Yaitu kesanggupan dari barang untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan menyediakan barang-barang, tidak hanya dimana mereka membutuhkan, tetapi dimana mereka perlukan.
Transportasi diartikan sebagai pemindahan barang dan manusia dari suatu tempat ke tempat lainnya, hal ini terlihat bahwa :
1) Adanya muatan yang diangkut.
2) Tersedianya kendaraan sebagai alat angkut.
3) Adanya jalan yang dapat dilalui oleh alat angkut tersebut.
Pemindahan barang dan manusia dengan angkutan adalah untuk bertujuan menaikkan atau menciptakan nilai ekonomi dari suatu barang, dengan demikian pengangkutan dilakukan karena nilai suatu barang lebih tinggi di tempat tujuan dari pada tempat asalnya.
2.2    Kedudukan Transpotasi Di Geografi
Transportasi kepentingan geografer karena dua alasan utama. Pertama, infrastruktur transportasi, terminal, peralatan dan jaringan menduduki tempat penting dalam ruang dan merupakan dasar dari suatu sistem spasial yang kompleks. Kedua, karena geografi berusaha menjelaskan hubungan spasial, jaringan transportasi menjadi perhatian khusus karena mereka adalah dukungan utama dari interaksi ini. 
Geografi Transportasi merupakan sub-disiplin geografi prihatin pergerakan barang, orang dan informasi. Ia berusaha untuk menghubungkan kendala spasial dan atribut dengan asal, tujuan, sejauh, sifat dan tujuan gerakan.
Transportasi geografi, sebagai suatu disiplin, muncul dari geografi ekonomi pada paruh kedua abad kedua puluh. Secara tradisional, transportasi telah menjadi faktor penting di balik representasi ekonomi ruang geografis, yaitu dalam hal lokasi kegiatan ekonomi dan biaya moneter jarak. Mobilitas berkembang penumpang dan barang dibenarkan munculnya geografi transportasi sebagai bidang khusus investigasi. Pada tahun 1960, biaya transportasi yang diakui sebagai faktor kunci dalam teori lokasi dan geografi transportasi mulai semakin mengandalkan pada metode kuantitatif, khususnya melalui jaringan dan analisis interaksi spasial. Namun, dari tahun 1970-an globalisasi menantang sentralitas transportasi dalam banyak penyelidikan pembangunan geografis dan regional. Akibatnya, transportasi menjadi di bawah terwakili dalam geografi ekonomi pada 1970-an dan 1980-an, bahkan jika mobilitas orang dan barang dan biaya transportasi yang rendah dianggap sebagai faktor penting di balik globalisasi perdagangan dan produksi. 
Sejak 1990-an, geografi transportasi telah menerima perhatian diperbaharui, terutama karena masalah mobilitas, produksi dan distribusi saling berhubungan dalam pengaturan geografis kompleks. Sekarang diakui bahwa transportasi adalah sistem yang mempertimbangkan hubungan yang kompleks antara unsur-unsur inti. Unsur-unsur inti adalah jaringan, node dan permintaan. Transportasi geografi harus sistematis sebagai salah satu unsur dari sistem transportasi dihubungkan dengan banyak lainnya. Sebuah pendekatan untuk transportasi sehingga melibatkan beberapa bidang di mana beberapa merupakan inti dari geografi transportasi sementara yang lain lebih perifer. sistem Namun, tiga konsep pusat transportasi dapat diidentifikasi: 
1.      Node Transportasi. Transportasi terutama link lokasi, sering dicirikan sebagai node. Mereka melayani sebagai titik akses ke suatu sistem distribusi atau sebagai transshipment / lokasi perantara dalam jaringan transportasi. Fungsi ini terutama dilayani oleh terminal transportasi di mana arus berasal, akhir atau sedang transshipped dari satu mode ke mode lainnya. geografi Transportasi harus mempertimbangkan wilayah operasional konvergensi dan transshipment. 
2.      Jaringan Transportasi. Mempertimbangkan tata ruang dan organisasi infrastruktur transportasi dan terminal. geografi Transportasi harus disertakan dalam penyelidikan infrastruktur pendukung dan membentuk gerakan. 
3.      Transportasi permintaan. Mempertimbangkan permintaan jasa angkutan serta mode digunakan untuk mendukung gerakan. Setelah permintaan ini direalisasikan, itu menjadi interaksi yang mengalir melalui jaringan transportasi. geografi Transportasi harus mengevaluasi faktor yang mempengaruhi fungsi permintaan turunannya. 
Analisis konsep-konsep ini bergantung pada metodologi yang sering dikembangkan oleh disiplin lain seperti ekonomi, perencanaan matematika, dan kependudukan. Masing-masing memberikan dimensi yang berbeda untuk mengangkut geografi. Sebagai contoh, struktur spasial jaringan transportasi dapat dianalisis dengan teori graph, yang awalnya dikembangkan untuk matematika. Lebih lanjut, banyak model yang dikembangkan untuk analisis gerakan, seperti model gravitasi, yang dipinjam dari ilmu-ilmu fisik. Multidisciplinarity secara konsekuen adalah atribut penting dari geografi transportasi, seperti dalam geografi pada umumnya. 
Peran geografi transportasi adalah untuk memahami hubungan spasial yang dihasilkan oleh sistem transportasi. Hal ini menimbulkan beberapa kesalahan tentang transportasi. Pemahaman yang lebih baik dari hubungan keruangan sangat penting untuk membantu pelaku swasta dan publik yang terlibat dalam transportasi mengurangi masalah transportasi, seperti kapasitas, reliabilitas transfer, dan integrasi sistem transportasi. Ada tiga pertimbangan geografis dasar yang relevan untuk mengangkut geografi:
1.      Lokasi. Karena semua kegiatannya berada di suatu tempat, lokasi masing-masing memiliki karakteristik tersendiri conferring pasokan potensial dan / atau permintaan untuk sumber daya, produk, jasa atau tenaga kerja. Sebuah lokasi akan menentukan sifat, asal, tujuan, jarak dan bahkan kemungkinan gerakan yang akan direalisasikan. Misalnya, sebuah kota menyediakan lapangan kerja di berbagai sektor kegiatan selain mengkonsumsi sumber daya. 
2.      Pelengkap. Lokasi harus membutuhkan pertukaran barang, orang atau informasi. Ini berarti bahwa beberapa lokasi memiliki surplus sementara yang lain memiliki defisit. Satu-satunya cara kesetimbangan dapat mencapai adalah dengan gerakan antara lokasi yang memiliki surplus dan lokasi memiliki tuntutan. Misalnya, saling melengkapi yang dibuat antara toko (surplus barang) dan pelanggan (permintaan barang).
3.      Skala. Gerakan yang dihasilkan oleh saling melengkapi yang terjadi pada skala yang berbeda, sambil menunggu sifat kegiatan. Skala menggambarkan bagaimana sistem transportasi dibentuk atas geografi lokal, regional dan global. Sebagai contoh, rumah-ke-bekerja perjalanan umumnya memiliki skala lokal atau regional, sedangkan jaringan distribusi dari sebuah perusahaan multinasional yang paling mungkin untuk menutup beberapa daerah di dunia.
4.      Akibatnya. sistem transportasi, menurut sifatnya, mengkonsumsi tanah dan mendukung hubungan antara lokasi. Klik untuk Beli Topik Terkait.Transportasi dan Ruang Metode dalam Pengajaran Transportasi Transportasi Geografi Geografi Kesimpulan: Masalah dan Tantangan di Geografi Transportasi 
Media.
2.3    Hambatan-hambatan  Transportasi Di Geografis
Wilayah Indonesia yang luas, berupa kepulauan, dan disatukan oleh laut sangat mempengaruhi kondisi transportasi yang ada. Jalur strategis yang bisa digunakan untuk menghubungkan antara
pulau satu dengan pulau yang lain adalah jalur laut dan jalur udara. Adapun jenis atau moda transportasi yang efektif digunakan adalah kapal laut dan pesawat terbang. Adapun jalur darat ada moda transportasi kereta api, bus, dan mobil yang digunakan untuk menghubungkan daerah satu dengan daerah lain dalam satu pulau.
Moda transportasi penghubung antarpulau harus didukung dengan sarana pendukung. Sarana pendukung untuk pesawat adalah tersedianya bandar udara atau bandara serta lapangan udara. Untuk pulau-pulau besar dan kota-kota besar dibangunlah bandara yang mampu menampung pesawat-pesawat besar. Sedangkan di pulau-pulau kecil dibangunlah lapangan udara yang hanya mampu menampung pesawat-pesawat kecil atau pesawat-pesawat perintis. Begitu pula dengan penggunaan kapal sebagai moda transportasi penghubung antarpulau, harus didukung dengan ketersediaan pelabuhan yang memadai. Ketersediaan pelabuhan yang memadai dan jumlah kapal yang banyak bisa meningkatkan mobilitas masyarakat antarpulau. Karena penggunaan moda transportasi kapal dirasa masih lebih murah jika dibandingkan dengan menggunakan pesawat, sehingga masyarakat lebih banyak memilih untuk menggunakan kapal untuk bepergian antarpulau.
Adapun hambatan-hambatan transpotasi dari segi transportasi yaitu :
1.      Letak Geografis
Letak geografis Indonesia yang diapit dua benua dan berada di antara dua samudra berpengaruh besar terhadap keadaan alam maupun kehidupan penduduk. Letak ini juga disebut/dikenal sebagai posisi silang (cross position), seperti gambar di bawah ini:
Letak geografis ini sangat strategis untuk negara Indonesia, sebab tidak hanya kondisi alam yang mempengaruhi kehidupan penduduk Indonesia, tetapi juga lintas benua dan samudera ini berpengaruh terhadap kebudayaan yang banyak dipengaruhi oleh kebudayaan asing, yakni dalam bidang seni, bahasa, peradaban, dan agama dengan keanekaragaman suku-bangsa yang kita miliki. Selain kebudayaan, Indonesia juga mendapatkan keuntungan ekonomis, seperti:  pertama, kerjasama antar negara-negara berkembang sehingga memiliki mitra kerjasama yang terjalin dalam organisasi, seperti ASEAN (Association of Southeast Asian Nations/Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara); kedua, seperti terlihat pada gambar di atas dapat diketahui Indonesia sebagai inti jalur perdagangan dan pelayaran lalu lintas dunia, jalur transportasi negara-negara lain, sehingga menunjang perdagangan di Indonesia cukup ramai dan sebagai sumber devisa negara.
Diketahui secara geografis wilayah Indonesia sangat luas, maka negara kita dikenal sebagai Negara Kepualauan atau Negara Maritim. Ini terbukti dari luas wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari pulau-pulau, dengan memiliki ± 17.000 buah pulau dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2. Dengan wilayah Indonesia yang begitu luasnya, maka memiliki keuntungan-keuntungan, sebagai berikut: a) mempermudah hubungan dengan negara lain, ikatan dagang; b) saling menjalin kerja sama; b) lalu lintas perdagangan damai dan lancar; c) persaingan yang menguntungkan; dan d) sumber daya kelautan yang berlimpah.
Keuntungan lainnya, seperti pada keanekaragaman budaya. Ini menjadi daya tarik bagi masyarakat dunia, sehingga Indonesia menjadi suatu wilayah salah satu tujuan utama untuk berwisata. Dengan kecantikan alam dan keanekaragaman budaya bangsa kita, maka sektor pariwisata menjadi salah satu sumber devisa negara.
Letak geografis Indonesia ternyata tidak selalu membawa keuntungan, tetapi juga dapat mengakibatkan kerugian, misalnya: pada tatanan kehidupan sosial, masyarakat Indonesia dapat terpengaruh oleh budaya luar yang diserap tanpa adanya proses penyaringan (selektif) terhadap budaya yang negatif, sehingga akan menumbuhkan dampak sosial yang kurang baik. Budaya negatif yang diserap tanpa proses selektif dapat mempengaruhi masyarakat Indonesia, seperti: gaya hidup kebarat-baratan, sifat individualisme, dan cara pandang yang terlampau luas. Budaya negatif ini dapat mengakibatkan rasa hormat menghormati dan sopan santun antar sesama luntur, budaya lokal kurang dipertahankan atau mulai ditinggalkan.
Letak geografis Indonesia juga berpengaruh terhadap keadaan/kondisi alam.Pertama, Indonesia beriklim laut, sebab merupakan negara kepulauan sehingga banyak memperoleh pengaruh angin laut yang mendatangkan banyak hujan. Kedua, Indonesia memiliki iklim musim, yaitu iklim yang dipengaruhi oleh angin muson yang berhembus setiap 6 bulan sekali berganti arah. Hal ini menyebabkan musim kemarau dan musim hujan di Indonesia.
2.      Iklim
Keterkaitan perubahan iklim dengan transportasi sudah tidak diragukan lagi. Memang pembuktian ilmiah ‘hubungan’ antara kenaikan suhu bumi dengan konsekuensi penggunaan sarana transportasi kendaraan bermotor masih digugat oleh sejumlah kelompok pakar. Namun fakta bahwa telah terjadi peningkatan drastis suhu   lagi.
 Emisi gas karbon diterima sebagai salah satu faktor yang menimbulkan kenaikan suhu bumi serta peningkatan permukaan air laut. Sedangkan semakin meningkatnya gejala cuaca ekstrim baru sebatas peristiwa yang semakin sering terjadi bersamaan dengan gejala naiknya suhu rata-rata bumi kita ini. Banjir bandang serta badai semakin kerap terjadi di Indonesia dan tidak berbeda dengan kecenderungan di seluruh permukaan bumi.
Perubahan iklim ditandai oleh peningkatan suhu bumi dalam tiga dekade. Suhu rata-rata lebih cepat meningkat dalam tiga dekade, dibandingkan dengan dekade-dekade sebelumnya. Perubahan iklim ditengarai erat kaitannya dengan melejitnya penggunaan bahan bakar fossil dalam jumlah yang semakin banyak.Meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor menyebabkan meningkatnya konsumsi bakar fossil (BBM). Pembakaran BBM oleh mesin kendaraan bermotor kemudian melepas   gas karbon ke ruang terbuka.
Aktifitas manusia menimbulkan lapisan gas rumah kaca di atmosfir. Artinya, emisi gas rumah kaca menimbulkan adanya lapisan yang relatif padat namun kasat mata. Lapisan itu menghambat kebiasaan lama di atmosfir, yang juga berfungsi sebagai semacam penyerap panas dari permukaan bumi. permukaan bumi mengalami pemanasan akibat radiasi sinar matahari, dan kalau panas itu tidak mudah diserap atmosfir yang sejuk ,maka masuk akal jika kemudian suhu bumi panas, sehingga mencairkan gunung es di antartika.
Dalam bidang transportasi, faktor-faktor cuaca seperti pola angin dan curah hujan sangat mempengaruhi kelancaran jalur transportasi, baik transportasi laut maupun udara. Sebagai contoh jalur pelayaran akan sangat terganggu jika terjadi angin ribut atau badai yang disertai hujan lebat. Demikian pula dalam system transportasi udara.Dalam masalah perubahan iklim, sektor transportasi yang sering berkontribusi terhadap pemanasan global, emisi gas rumah kaca dan polusi asap kendaraan adalah salah satu kontributor yang signifikan terhadap emisi antropogenik total. Oleh karena itu, adalah tantangan untuk sektor transportasi untuk membantu mengurangi perubahan iklim dengan mengurangi emisi mereka. Inovasi dari emisi yang dihasilkan sistem transportasi massal sebaiknya menggunakan prioritas dari energi terbarukan didalam pembangunan masa depan dari sektor transportasi.
Sektor transportasi tidak hanya berkontribusi kepada perubahan iklim akibat emisi, namun hal ini juga dipengaruhi oleh perubahan iklim, perubahan iklim selama ini diketahui bisa meningkatkan faktor terjadinya penyebab kecelakaan akibat cuaca ekstrim. Kejadian ekstrem adalah merupakan ancaman terhadap keamanan darat, laut dan transportasi udara.“kecepatan angin tinggi adalah ancaman langsung untuk penerbangan, dan menyebabkan gelombang laut tinggi yang merupakan ancaman bagi transportasi laut serta curah hujan yang berlebihan dapat menyebabkan banjir yang sering menghambat transportasi darat. selain abu vulkanik dan hutan kabut asap kebakaran menjadi ancaman umum untuk angkutan udara’
 Dampak Iklim Terhadap Transportasi
  • Unsur iklim seperti curah hujan, kabut dan angin sering menghambat transportasi darat terutama jika terjadi kabut tebal, hujan lebat dan tanah longsor.
  • Dalam pelayaran unsur iklim seperti angin kencang dapat menimbulkan gelombang laut yang besar, lebih-lebih jika terjadi siklon tropis yang dapat membahayakan awak kapal dan penumpangnya.
  • Cuaca buruk merupakan masalah yang memerlukan perhatian khusus dan serius di dalam dunia penerbangan.
  • Unsur cuaca yang menentukan penerbangan adalah arah dan kecepatan angin pada berbagai ketinggian, perawanan (awan rendah dan kabut), tinggi dan ketebalan awan, jarak pandang (penglihatan), hujan badai disertai petir, turbulensi udara dan pengendapan es
Pemanasan global yang berdampak langsung ke transportasi adalah banjir, jalan kereta api yang longsor, pelayaran terganggu karena gelombang yang ekstrim, pesawat yang delay karena cuaca yang buruk. Pemanasan global diakibatkan oleh terperangkapnya sebagian radiasi sinar matahari yang harusnya sebagian besar dipancarkan kembali dalam bentuk sinar infra red ke luar angkasa, tetapi karena banyak partikel, antara lain CO2 yang utama menyebabkan lapisan atmosfer kita semakin tebal, akibatnya kita merasakan semakin panas. Karena semakin panas, maka terjadinya perubahan iklim atau cuaca yang ekstrim dan mengakibatkan gangguan alam di sektor-sektor lainnya, seperti di sektor kesehatan, sektor pertanian, dll.
Pada sektor transportasi darat, gangguan cuaca yang ekstrim sering menyebabkan terhentinya aktivitas operasi dan pelayanan jasa transportasi, seperti : banjir yang menggenangi fasilitas jalan raya kereta api, curah hujan yang tinggi, kenaikan air pasang/ Rob terutama pada daerah pesisir, rusaknya jalan dan jembatan ( jalan raya maupun kereta api ), tanah longsor & amblas, dan kerusakan atau penggerakan lapisan tanah dasarnya.
Pada subsektor perhubungan laut, banyak gangguan dikarenakan angin badai, ombak besar, yang menyebabkan pelayaran terganggu, bahkan tidak sedikit terjadi peristiwa yang menyebabkan jatuh korban, begitu pula kerusakan pada prasarana pelabuhannya. Sedangkan pada transportasi udara acapkali cuaca ekstrim menyebabkan penundaan penerbangan, bahkan dalam satu dua peristiwa terjadi kecelakaan pesawat yang serius.
sektor tranportasi dianggap salah satu pemberi kontribusi terbesar dalam pemanasan global. Sektor transportasi udara berupaya mengurangi kontribusi emisi yang besar ini, mis. Dengan membeli pesawat yang makin modern, pasti pesawatnya hemat energi, ramah lingkungan dll. Sementara pada transportasi darat, ada banyak variasi mobil, ada yang ramah lingkungan, mobil listrik, dll, meskipun banyak juga masih menggunakan mobil yang sudah lama.
3.      Cuaca
Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah    tertentu yang relative sempit dan pada jangka waktu yang singkat.  Cuaca terdiri dari seluruh fenomena yang terjadi di atmosfer Bumi atau sebuah   planet lainnya. Cuaca biasanya merupakan sebuah aktivitas fenomena ini dalam waktu beberapa hari. Cuaca rata-rata dengan jangka waktu yang lebih lama  dikenal sebagai iklim. Aspek cuaca ini diteliti lebih lanjut oleh ahli klimatologi,  untuk tanda-tanda perubahan iklim. Cuaca menurut KBBI adalah kondisi udara  yang menyangkut tentang cahaya  matahari, kelembapan, kecepatan angin,  temperatur pada saat dan waktu  tertentu.  Cuaca secara umum adalah keadaan udara pada suatu saat dalam waktu  yang singkat dan pada suatu tempat atau    daerah tertentu yang lingkupnya sempit.
a.      Peranan Bidang Transportasi
 Dalam bidang transportasi, faktor-faktor cuaca seperti pola angin dan curah hujan mempengaruhi kelancaran transportasi baik transportasi laut ataupun udara. Contohnya jalur pelayaran akan terganggu jika terjadi angin rebut ataupun badai yang disertai hujan lebat, sepert  arah dan kecepatan angin, tinggi  gelombang, badai dan lain – lain. Demikian pula dalam sistem transportasi  udara, fenomena-fenomena alam mempengaruhi kelancaran jalur penerbangan.
b.      Pengaruh Peng-es-an pada Pesawat
Resiko peng-es-an (icing) diantaranya adalah :
·         meningkatkan berat akibat akumulasi es
·         kehilangan gaya naik (lift) dan meningkatkan gaya hambatan (drag) akibat deformasi sayap oleh es yang menempel.
·         kehilangan gaya dorong akibat deformasi baling-baling.
·         Kehilangan daya mesin akibat pembentukan es dalam karburator.
Pengetahuan tentang efek pembentukan es pada karakteristik terbang pesawat akan membantu pilot untuk mengatur kembali prosedur  penerbangannya dengan cepat sehingga dapat memenuhi tuntutan terbang tambahan yang ada dalam pesawat. 
            Beberapa proteksi selama pesawat di permukaan tanah adalah :
·         Pelihara pesawat dalam hangar yang hangat bila memungkinkan.
·         Selimuti sayap dan mesin bila peswat dalam keadaan terbuka.
·         Tutupi tabung pilot dengan kain ketika badai salju.
·         Hilangkan embun beku dengan alat pembersih karet atau kain lap.
·         Menghilangkan es dengan air hangat  tidak dianjurkan, karena akan membeku  
                lagi dan akan memperburuk suasana ketimbang sebelum pemakaian  air hangat.  

            Untuk keselamatan penerbangan terhadap kondisi peng-es-an, ikuti 10 nasehat TIDAK dipermukaan dan 8 nasehat TIDAK di udara sebagai berikut :
1.      Di Permukaan Tanah
·         TIDAK berusaha mengudara dengan adanya embun beku pada sayap atau 
                ekor pesawat.
·         TIDAK mengudara selama kondisi salju basah.
·         TIDAK menjalankan pesawat dengan cepat pada landasan yang dilapisi es.
·         TIDAK mengudara tanpa menguji semua kendali untuk menjamin bahwa   engsel- engsel tidak membeku.
·         TIDAK berusaha mengudara dengan adanya es pada pesawat atau pada  baling-baling.
·         TIDAK memanasi mesin dalam kabut ketika temperaturnya di sekitar titik  beku.
·         Penerbangan TIDAK melalui daerah peng-es-an yang kontinu meskipun pesawat dilengkapi dengan alat bantu menghilangkan es dan anti peng-es-an. 
2.      Di Udara
o   TIDAK terbang terus menerus ke dalam daerah yang kondisi peng-es-asannyadiketahui
o   TIDAK terbang parallel dengan front dalam kondisi peng-es-an.
o   TIDAK membuat putaran tajam jika ada es pada pesawat.
o    TIDAK mendarat dengan daya lemah ketika es terbentuk pada sayap dan pada  permukaan pesawat yang terbuka.
o   TIDAK terbang kedalam awan cumulus pada temperature rendah, karena  mungkin dijumpai partikel – partikel es.
o   TIDAK terbang melalui hujan lebat dan hujan salju basah ketika temperature  pada paras penerbangan mendekati nol.   

c.       Dampak Cuaca Buruk terhadap Penerbangan Cuaca Buruk pada saat penerbangan dapat disebabkan karena:

1.      Turbulensi
Turbulensi adalah golakan udara yang umumnya tidak dapat dilihat. Hal  ini dapat terjadi apabila langit cerah dan secara tiba-tiba tanpa diprediksi  sebelumnya . Penyebab:
1 sebaliknya masa udara dingin turun, turbulensi jenis ini sering disebut dengan ”turbulensi thermis”
2.   Jet stream – Pergerakan yang sangat cepat arus udara pada level ketinggian  yang tinggi, dan mempengaruhi udara disekitarnya.
3.      Pegunungan – Massa udara yang melewati pegunungan dan mengakibatkan turbulensi pada saat pesawat terbang diatasnya pada sisi yang lain. Turbulensi jenis ini sering disebut dengan “turbulensi mekanis”.
4. Wake turbulence – Turbulensi yang terjadi dekat dengan permukaan yang dilewati pesawat atau helicopter.
2.      Kilat
 Sambaran kilat pada pesawat terbang akan merusakkan peralatan     navigasi, juga  sistem peralatan yang lainnya dalam pesawat. Selain itu sina   yang  silau yang  dipancarkan oleh kilat secara terus-menerus akan  mengganggu pilot  dalam menerbangkan pesawat, dalam hal ini pesawat yang digunkan bukanlah  pesawat  otomatis.
3.      Icing  
 Dalam penerbangan, kodisi icing merupakan kondisi dimana
                  terbentuk es  di permukaan badan pesawat, atau ketika karburator di dalam mesin pesawat  membeku. Icing terjadi ketika uap air membeku di bawah  titik beku. Fenomena ini  tidak membahayakan penerbangan dengan seketika  namun secara perlahan-lahan  apabila kondisi ini dibiarkan terus-menerus.
Hal ini akan mengakibatkan kerusakan  mesin , pengurangan daya kerja , penambahan berat pesawat, mengganggu arus  udara, dan meningkatkan kecepatan stall pesawat yang nantinya akan mengganggu  kerja pesawat.



























BAB III
PENUTUP

3.1    Kesimpulan
Dari pembahasan diatas saya dapat simpulkan yaitu hambatan-hambatan transportasi dari segi geografis yaitu, Letak geografis Indonesia yang diapit dua benua dan berada di antara dua samudra berpengaruh besar terhadap keadaan alam maupun kehidupan penduduk. Letak ini juga disebut/dikenal sebagai posisi silang (cross position),
     Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah    tertentu yang relative sempit dan pada jangka waktu yang singkat.  Cuaca terdiri dari seluruh fenomena yang terjadi di atmosfer Bumi atau sebuah   planet lainnya. Cuaca biasanya merupakan sebuah aktivitas fenomena ini dalam waktu beberapa hari. Cuaca rata-rata dengan jangka waktu yang lebih lama  dikenal sebagai iklim.
Keterkaitan perubahan iklim dengan transportasi sudah tidak diragukan lagi. Memang pembuktian ilmiah ‘hubungan’ antara kenaikan suhu bumi dengan konsekuensi penggunaan sarana transportasi kendaraan bermotor masih digugat oleh sejumlah kelompok pakar. Namun fakta bahwa telah terjadi peningkatan drastis suhu   lagi.
3.2    Saran
Semoga makalah yangb kami susun ini bermanfaat bagi kita semua
    




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH RENCANA PEMBELAJARAN GEOGRAFI

BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar   Belakang Di sekolah, seorang guru sering memberikan ulangan harian, tes tertulis, dan sebagainya, is...