Kamis, 13 September 2018

KARTOGRAFI PENGERTIAN DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA


Makalah :

KARTOGRAFI
PENGERTIAN DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA

Disusun Oleh :
Israwan Nurdin
451417010

Description: Hasil gambar untuk logo ung png




UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI
GORONTALO
2018

KATA PENGANTAR

          Puja dan puji syukur saya haturkan kepada Allah Subhanahu Wata’ala yang telah memberikan banyak nikmat, taufik dan hidayah. Sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “KARTOGRAFI PENGERTIAN DAN SEJARA PAERKEMBANGANNYA” dengan baik tanpa ada halangan yang berarti.
Makalah ini telah saya selesaikan dengan maksimal berkat kerjasama dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu saya sampaikan banyak terima kasih kepada segenap pihak yang telah berkontribusi secara maksimal dalam penyelesaian makalah ini.
            Diluar itu, penulis sebagai manusia biasa menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini, baik dari segi tata bahasa, susunan kalimat maupun isi. Oleh sebab itu dengan segala kerendahan hati , saya selaku penyusun menerima segala kritik dan saran yang membangun dari pembaca.
            Dengan karya ini saya berharap dapat membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia melalui pengembangan internet di desa-desa.
            Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga makalah ini dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat nyata untuk masyarakat luas.


Gorontalo, 13 September 2018
Penulis

Israwan Nurdin

DAFTAR ISI

Cover..........................................................................................................................
KATA PENGANTAR.............................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 1
1.1  Latar Belakang........................................................................................ 1
1.2  Rumusan Masalah................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................... 2
2.1  Pengertian Kartografi Menurut Para Ahli............................................... 2
2.2  Sejara Perkembangan Kartografi............................................................ 3
BAB III PENUTUP.................................................................................................. 8
3.1  Kesimpulan............................................................................................. 8
3.2  Saran....................................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 9












BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kartografi adalah ilmu, seni, dan teknologi untuk membuat peta. Suatu Peta merupakan penggambaran secara grafis atau bentuk skala (perbandingan) dari konsep mengenai bumi. Hal ini berarti bahwa peta merupakan alat untuk menyampaikan informasi mengenai ilmu bumi. Peta merupakan media yang universal untuk komunikasi sehingga dapat mudah dipahami dan dimengerti oleh setiap orang dengan mengabaikan budaya dan bahasa.
Sebuah peta merupakan kumpulan gagasan, penggambaran tunggal, konsep-konsep mengenai ilmu bumi yang secara terus menerus mengalami perubahan (Merriam, 1996). Seperti apa peta dahulu diketahui, pengetahuan dasar mengenai peta sama seperti halnya filosofi. Yang mana sering terdapat perbedaan dengan pemetaan modern. Peta adalah alat yang digunakan oleh ilmuwan mencurahkan ide-ide dan menyampaikannya untuk generasi masa depan.

1.2.  Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Pengetian  Kartografi Menurut Para Ahli?
2.      Bagaimana Sejarah Perkembangan Kartografi ?

1.3.  Tujuan Penulisan
1.      Penulisan makalah ini bermaksud untuk memenuhi tugas mata kuliah Kartografi
2.      Untuk menambah pengatahuan atau wawasan para pembaca tentang Kartografi   (Perkembangan sejarah Peta) dan di harapkan bermanfaat bagi kita semua.



BAB II
PEMBNAHASAN
2.1  Pengertian Kartografi Menurut Para Ahli
2.1.1   Menurut Rystedt B
            Kartografi adalah ilmu disiplin yang menyatakan antara peta dan pemetaan. Kartografi menyatukan tampilan atau representasi dari dua fenomena geografi yaitu geografi dan virtual.
2.1.2. ICA tahun 1973
            Kartografi adalah seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi tentang pembuatan peta-peta sekaligus mencangkup studinya sebagai dokumen-dokumen ilmiah dan hasil karya seni
2.1.3. Menurut UN pada tahun 1949
            Kartografi adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana menyiapkan segala jenis peta dan chart termasuk setiap kegiatan mulai dari lapangan sampai pencetakan akhir. Kemudian, karena kajiannya dirasa oleh para kartografi terlalu luas maka diadakan konferensi yang tergabung dalam ICA atau International Cartograph Assosiation yang menghasilkan gagasan baru.
2.1.4. Menurt Taylor
            Taylor mendefinisikan kartografi sebagai organisasi, presentasi, komunikasi dan penggunaan geo-informasi dalam bentuk grafis, digital atau format nyata. Hal itu dapat meliputi semua langkah-langkah  dari persiapan data sampai ke penggunaan akhir dengan penciptaan peta-peta dan hasil-hasil yang terkait dengan informasi spasial. Dengan arti lain dikatakan kartografi adalah pembuatan data spasial yang dapat diakses menekankan visualisasinya dan memungkinkan berinteraksi dengannya yang berhubungan dengan masalah-masalah geospasial.
2.1.5. Prihandito 1989
            Kartografi adalah ilmu dan teknik pembuatan peta.
            Seiring dengan berkembangnya zaman, pengertian mengenai kartografi mengalami perubahan. Hal ini disebabkan:
·         Kenyataan bahwa kartografi termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan serta komunikasi
·         Adanya teknologi yang lebih mutakhir, yaitu komputer
            Alasan-alasan tersebut menghasilkan pandangan baru yaitu kartografi bukanlah langkah pembuatan peta semata melainkan penggunaan peta sendiri adalah salah satu bidang kartografi.
2.1.6.  Menno-Jan Kraak dan Ferjan Ormeling, 2007:37
             kartografi dapat didefinisikan  sebagai  penyampaian  informasi  geospasial dalam bentuk peta.
2.2  Sejara Kartografi
2.2.1. Periode Awal
 Pemetaan (Kartografi) merupakan ilmu dan seni dalam pembuatan peta. Pertama kali, peta dibuat oleh bangsa Babilonia berupa lempengan berbentuk tablet dari tanah liat sekitar 2300 S.M. Pemetaan dijaman Yunani Kuno sangat maju pesat. Pada saat itu, Konsep dari Aristoteles bahwa bumi berbentuk bola bundar telah dikenal oleh para ahli filsafat (sekitar 350 S.M.) dan mendapat kesepakatan dari semua ahli bumi.
            Pemetaan di Yunani dan Roma mencapai kejayaannya oleh Ptolemaeus (Ptolemy, sekitar 85 – 165 M). Peta dunia yang dihasilkannya menggambarkan dunia lama dengan pembagian Garis Lintang (Latitude) sekitar 60° Lintang Utara (N) sampai dengan 30° Lintang Selatan (S). Dia menulis sebuah karya besar Guide to Geography (Geographike Hyphygesis). Dengan meninggalkan karangan yang dijadikan sebagai acuan ilmu Geografi yang mendunia sejak jaman kebangkitannya.
Kartografi adalah seni dan ilmu pembuatan peta. Peta tertua yang diawetkan pada tablet tanah liat Babilonia dari sekitar 2300 SM Kartografi itu cukup maju di Yunani kuno. Konsep Bumi bulat itu terkenal di kalangan filsuf Yunani pada saat Aristoteles (ca. 350 SM) dan telah diterima oleh semua geografer.
2.2.2.  Periode Pertengahan
 Sepanjang periode pertengahan, Peta-peta wilayah Eropa didominasi dengan cara pandang agama, yang dikenal dengan peta T-O. Pada bentuk beta seperti ini, Jerusalem dilukiskan di tengah-tengah sebelah timur yang diorientasikan menuju bagian atas peta.
Penjelajahan Bangsa Viking pada abad 12 di Utara Atlantic, secara perlahan menyatukan pemahaman mengenai bumi. Sementara itu, ilmu kartografi terus berkembang dengan lebih praktis dan realistic di wilayah Arab, termasuk daerah Mediterania. Tentu saja, cara pembuatan peta masih dilukis dengan tangan, dimana penyebarannya masih sangat dibatasi.
Selama periode Abad Pertengahan, peta Eropa didominasi oleh pandangan agama. Peta ATAS adalah hal biasa. Dalam format peta, Yerusalem digambarkan di pusat dan timur berorientasi pada bagian atas peta.eksplorasi Viking di Atlantik Utara secara bertahap dimasukkan ke dalam pandangan dunia dimulai pada abad ke-12. Sementara itu, kartografi dikembangkan lebih praktis dan realistis sepanjang garis di tanah Arab, termasuk wilayah Mediterania. Semua peta, tentu saja, ditarik dan diterangi dengan tangan, yang membuat distribusi peta sangat terbatas.
2.2.3. Periode Kejayaan
             Penemuan alat cetak pembuat peta semakin banyak tersedia pada abad 15. Peta pada mulanya dicetak menggunakan papan kayu yang sudah diukir berupa peta. Percetakan dengan menggunakan lempeng tembaga yang diukir muncul pada abad 16 dan tetap menjadi standar pembuatan peta hingga teknik fotografis dikembangkan. Kemajuan utama dalam pembuatan peta mendapat perhatian sepanjang masa eksplorasi pada abad 15 dan 16. Para Pembuat peta mendapat jawaban dari Navigation Chart yang menyajikan garis pantai, pulau, sungai, pelabuhan dan simbol-simbol pelayaran. Termasuk garis-garis kompas dan paduan navigasi lainnya. Peta-peta ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi, digunakan untuk tujuan militer dan diplomatic hanya dimiliki oleh pemerintah sebagai dokumen rahasia negara.
Pertama kali Peta Dunia disajikan secara utuh pada awal abad 16, meneruskan pelayaran dari Colombus dan yang lainnya untuk mencari dunia baru. Gerardus Mercator dari Flandes (Belgia) menjadi ahli pembuat peta terkenal pada pertengahan abad 16. Ia mengembangkan proyeksi silindris yang semakin luas digunakan untuk Navigation Chart dan Peta Global. Berdasarkan pada proyeksi ini ia menerbitkan sebuah peta pada tahun 1569. banyak proyeksi peta lain yang kemudian dikembangkan.
Penemuan pencetakan membuat peta lebih banyak tersedia dimulai pada abad ke-15. Peta berada di blok kayu pertama yang dicetak menggunakan diukir (lihat di atas). Di antara pembuat peta yang paling penting pada masa ini adalah Sebastian Münster di Basel (sekarang Swiss). Nya Geographia, yang diterbitkan pada tahun 1540, menjadi standar global baru untuk peta dunia. Percetakan dengan pelat tembaga terukir muncul pada abad 16 dan terus menjadi standar hingga teknik fotografi dikembangkan. Kemajuan besar dalam pemetaan terjadi pada Zaman Eksplorasi di abad 15 dan 16.pembuat Peta menanggapi dengan grafik navigasi, yang digambarkan garis pantai, pulau, sungai, pelabuhan, dan fitur yang menarik berlayar. baris Kompas dan bantuan navigasi lainnya termasuk, proyeksi peta baru dibuat, dan bola dibangun. peta dan bola dunia tersebut diselenggarakan di nilai besar untuk, militer, dan diplomatik tujuan ekonomi, dan sebagainya sering dianggap sebagai atau komersial rahasia nasional – atau kepemilikan peta rahasia.
Seluruh-peta dunia pertama mulai muncul di awal abad ke-16, setelah pelayaran oleh Columbus dan orang lain untuk Dunia Baru. Peta dunia pertama benar biasanya dikreditkan ke Martin Waldseemüller di tahun 1507.Peta ini digunakan proyeksi Ptolemaic diperluas dan adalah peta pertama yang menggunakan nama Amerika untuk Dunia Baru.
Gerardus Mercator dari Flanders (Belgia) adalah kartografer terkemuka dari pertengahan abad ke-16. Ia mengembangkan proyeksi silinder yang masih banyak digunakan untuk grafik navigasi dan peta global. Ia menerbitkan peta dunia pada 1569 yang didasarkan pada proyeksi ini. Banyak proyeksi peta lainnya segera dikembangkan.
2.2.4. Periode Modern
 Peta terus berkembang pada abad 17, 18 dan 19 secara lebih akurat dan nyata dengan menggunakan metode-metode yang ilmiah. Banyak Negara melakukan pemetaan sebagai program nasional. Meskipun demikian, sebagian belahan dunia banyak yang tidak diketahui walaupun menggunakan potret udara dengan melajutkan perjalanan Perang Dunia II. Pemetaan Modern berdasarkan pada kombinasi penginderaan jauh (Remote Sensing) dan pengecekan lapangan (Ground Observation).
             Geographic Information Systems (GIS) muncul pada periode 1970-80-an. GIS menggeser paradigma pembuatan peta. Pemetaan secara tradisional (Berupa Kertas) menuju pemetaan yang menampilkan gambar dan database secara bersamaan dengan menggunakan Informasi geografi. Pada GIS, database, analisa dan tampilan secara fisik dan konseptual dipisahkan dengan penanganan data geografinya. Sistem Informasi Geografis meliputi perangkat keras computer (Hardware), perangkat lunak (Software), data digital, Pengguna, sistem kerja, dan instansi pengumpul data, menyimpan, menganalisa dan menampilkan informasi georeferensi mengenai bumi (Nyerges 1993).
Peta menjadi semakin akurat dan faktual selama abad ke-17, 18 dan 19 dengan penerapan metode ilmiah. Banyak negara melakukan program pemetaan nasional. Meskipun demikian, sebagian besar dunia ini kurang diketahui sampai meluasnya penggunaan foto udara berikut perang Dunia I. Kartografi Modern didasarkan pada kombinasi pengamatan tanah dan penginderaan jauh.
Sistem Informasi Geografis (GIS) muncul pada periode-80 1970. GIS merupakan perubahan besar dalam paradigma kartografi. Dalam tradisional (kertas) kartografi, peta itu dipandang baik sebagai  database dan menampilkan informasi geografis. Untuk GIS, database, analisis, dan menampilkan secara fisik dan konseptual aspek terpisah dari penanganan data geografis. Sistem Informasi Geografis terdiri dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data digital, orang, organisasi, dan lembaga untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan menampilkan informasi bergeoreferensi tentang bumi (Nyerges 1993).
Apakah peta representasi yang realistis dari dunia nyata? Tidak – tidak pernah! Pengukuran di lapangan tunduk pada kesalahan akurasi dan presisi. foto udara dan citra satelit hanya menggambarkan bagian tertentu dari spektrum cahaya, seperti disaring melalui instrumen suasana dan deteksi. peta Tidak ada yang bisa menggambarkan semua, biologi, dan budaya ciri-ciri fisik bahkan untuk wilayah terkecil. Sebuah peta hanya dapat menampilkan beberapa fitur yang dipilih, yang biasanya digambarkan dalam gaya simbolik yang sangat sesuai untuk beberapa jenis skema klasifikasi. Dengan cara ini, semua peta estimasi, generalisasi, dan interpretasi kondisi geografis yang benar.
Semua peta yang dibuat sesuai dengan asumsi-asumsi dasar tertentu, untuk datum permukaan laut misalnya, yang tidak selalu benar atau diverifikasi. Akhirnya peta manapun adalah produk dari usaha manusia, dan dengan demikian dapat dikenakan kesalahan tanpa sadar, keliru, bias, atau penipuan langsung. Terlepas dari keterbatasan ini, peta terbukti sangat beradaptasi dan berguna melalui beberapa ribu tahun peradaban manusia. Peta dari segala jenis secara fundamental penting bagi masyarakat modern.









BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Kartografi adalah ilmu, seni, dan teknologi untuk membuat peta. Suatu Peta merupakan penggambaran secara grafis atau bentuk skala (perbandingan) dari konsep mengenai bumi. Hal ini berarti bahwa peta merupakan alat untuk menyampaikan informasi mengenai ilmu bumi. Peta merupakan media yang universal untuk komunikasi sehingga dapat mudah dipahami dan dimengerti oleh setiap orang dengan mengabaikan budaya dan bahasa. Dan seiring berkembangnya zaman ,peta semakin lama sekamin canggih sebagai suatu media komunikasi .
3.2. Saran
            Dengan adanya pembuatan makalah tentang sejarah perkembangan kartografi diharapkan mahasiswa mengetahui sejarah perkembangan peta dan mengetahui perkembangan awal peta hingga zaman sekarang .















DAFTAR PUSTAKA

Keatas,J.S.Rancangan Produksi Katografi.1973.London
Setyawati,Dewi,Dkk.2014.Kartografi Dasar.Yogyakarta :Penerbit Ombak
Tim Dosen.Kartografi.2016.Medan:Unimed


MAKALAH RENCANA PEMBELAJARAN GEOGRAFI

BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar   Belakang Di sekolah, seorang guru sering memberikan ulangan harian, tes tertulis, dan sebagainya, is...