Makalah :
KARTOGRAFI
PENGERTIAN DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA
Disusun Oleh :
Israwan Nurdin
451417010

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI
GORONTALO
2018
KATA PENGANTAR
Puja dan puji syukur saya haturkan kepada Allah Subhanahu Wata’ala yang telah memberikan banyak
nikmat, taufik dan hidayah. Sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “KARTOGRAFI PENGERTIAN DAN SEJARA PAERKEMBANGANNYA” dengan baik tanpa
ada halangan yang berarti.
Makalah ini telah
saya selesaikan dengan maksimal berkat kerjasama dan bantuan dari berbagai
pihak. Oleh karena itu saya sampaikan banyak terima kasih kepada segenap pihak
yang telah berkontribusi secara maksimal dalam penyelesaian makalah ini.
Diluar itu, penulis sebagai manusia
biasa menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan
makalah ini, baik dari segi tata bahasa, susunan kalimat maupun isi. Oleh sebab
itu dengan segala kerendahan hati , saya selaku penyusun menerima segala kritik
dan saran yang membangun dari pembaca.
Dengan karya ini saya berharap dapat
membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia melalui
pengembangan internet di desa-desa.
Demikian yang bisa saya sampaikan,
semoga makalah ini dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan dan memberikan
manfaat nyata untuk masyarakat luas.
Gorontalo, 13 September 2018
Penulis
Israwan Nurdin
DAFTAR ISI
Cover..........................................................................................................................
KATA PENGANTAR.............................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang........................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................... 2
2.1 Pengertian Kartografi Menurut Para Ahli............................................... 2
2.2 Sejara Perkembangan Kartografi............................................................ 3
BAB III PENUTUP.................................................................................................. 8
3.1 Kesimpulan............................................................................................. 8
3.2 Saran....................................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kartografi
adalah ilmu, seni, dan teknologi untuk membuat peta. Suatu Peta merupakan
penggambaran secara grafis atau bentuk skala (perbandingan) dari konsep
mengenai bumi. Hal ini berarti bahwa peta merupakan alat untuk menyampaikan
informasi mengenai ilmu bumi. Peta merupakan media yang universal untuk
komunikasi sehingga dapat mudah dipahami dan dimengerti oleh setiap orang
dengan mengabaikan budaya dan bahasa.
Sebuah
peta merupakan kumpulan gagasan, penggambaran tunggal, konsep-konsep mengenai
ilmu bumi yang secara terus menerus mengalami perubahan (Merriam, 1996). Seperti apa peta
dahulu diketahui, pengetahuan dasar mengenai peta sama seperti halnya filosofi.
Yang mana sering terdapat perbedaan dengan pemetaan modern. Peta adalah alat
yang digunakan oleh ilmuwan mencurahkan ide-ide dan menyampaikannya untuk
generasi masa depan.
1.2.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana Pengetian Kartografi Menurut Para Ahli?
2. Bagaimana
Sejarah Perkembangan Kartografi ?
1.3.
Tujuan Penulisan
1. Penulisan
makalah ini bermaksud untuk memenuhi tugas mata kuliah Kartografi
2. Untuk
menambah pengatahuan atau wawasan para pembaca tentang Kartografi
(Perkembangan sejarah Peta) dan di harapkan bermanfaat bagi kita semua.
BAB II
PEMBNAHASAN
2.1 Pengertian
Kartografi Menurut Para Ahli
2.1.1 Menurut Rystedt B
Kartografi
adalah ilmu disiplin yang menyatakan antara peta dan pemetaan. Kartografi
menyatukan tampilan atau representasi dari dua fenomena geografi yaitu geografi
dan virtual.
2.1.2. ICA
tahun 1973
Kartografi
adalah seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi tentang pembuatan peta-peta
sekaligus mencangkup studinya sebagai dokumen-dokumen ilmiah dan hasil karya
seni
2.1.3. Menurut
UN pada tahun 1949
Kartografi
adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana menyiapkan segala jenis peta dan
chart termasuk setiap kegiatan mulai dari lapangan sampai pencetakan akhir.
Kemudian, karena kajiannya dirasa oleh para kartografi terlalu luas maka
diadakan konferensi yang tergabung dalam ICA atau International Cartograph
Assosiation yang menghasilkan gagasan baru.
2.1.4. Menurt
Taylor
Taylor mendefinisikan kartografi
sebagai organisasi, presentasi, komunikasi dan penggunaan geo-informasi dalam
bentuk grafis, digital atau format nyata. Hal itu dapat meliputi semua
langkah-langkah dari persiapan data sampai ke penggunaan akhir dengan
penciptaan peta-peta dan hasil-hasil yang terkait dengan informasi spasial.
Dengan arti lain dikatakan kartografi adalah pembuatan data spasial yang dapat
diakses menekankan visualisasinya dan memungkinkan berinteraksi dengannya yang
berhubungan dengan masalah-masalah geospasial.
2.1.5.
Prihandito 1989
Kartografi adalah ilmu dan teknik
pembuatan peta.
Seiring dengan berkembangnya zaman,
pengertian mengenai kartografi mengalami perubahan. Hal ini disebabkan:
·
Kenyataan bahwa kartografi termasuk dalam bidang ilmu
pengetahuan serta komunikasi
·
Adanya teknologi yang lebih mutakhir, yaitu komputer
Alasan-alasan
tersebut menghasilkan pandangan baru yaitu kartografi bukanlah langkah
pembuatan peta semata melainkan penggunaan peta sendiri adalah salah satu
bidang kartografi.
2.1.6. Menno-Jan Kraak dan
Ferjan Ormeling, 2007:37
kartografi
dapat didefinisikan sebagai penyampaian
informasi geospasial dalam bentuk
peta.
2.2
Sejara Kartografi
2.2.1. Periode Awal
Pemetaan (Kartografi) merupakan ilmu dan seni dalam
pembuatan peta. Pertama kali, peta dibuat oleh bangsa Babilonia berupa
lempengan berbentuk tablet dari tanah liat sekitar 2300 S.M. Pemetaan dijaman
Yunani Kuno sangat maju pesat. Pada saat itu, Konsep dari Aristoteles bahwa
bumi berbentuk bola bundar telah dikenal oleh para ahli filsafat (sekitar 350
S.M.) dan mendapat kesepakatan dari semua ahli bumi.
Pemetaan
di Yunani dan Roma mencapai kejayaannya oleh Ptolemaeus (Ptolemy, sekitar 85 –
165 M). Peta dunia yang dihasilkannya menggambarkan dunia lama dengan pembagian
Garis Lintang (Latitude) sekitar 60° Lintang Utara (N) sampai dengan 30°
Lintang Selatan (S). Dia menulis sebuah karya besar Guide to Geography (Geographike
Hyphygesis). Dengan meninggalkan karangan yang dijadikan sebagai acuan ilmu
Geografi yang mendunia sejak jaman kebangkitannya.
Kartografi adalah seni dan ilmu pembuatan
peta. Peta tertua yang diawetkan pada tablet tanah liat Babilonia dari
sekitar 2300 SM Kartografi itu cukup maju di Yunani kuno. Konsep Bumi
bulat itu terkenal di kalangan filsuf Yunani pada saat Aristoteles (ca. 350 SM)
dan telah diterima oleh semua geografer.
2.2.2. Periode
Pertengahan
Sepanjang periode pertengahan, Peta-peta wilayah
Eropa didominasi dengan cara pandang agama, yang dikenal dengan peta T-O. Pada
bentuk beta seperti ini, Jerusalem dilukiskan di tengah-tengah sebelah timur
yang diorientasikan menuju bagian atas peta.
Penjelajahan Bangsa Viking pada abad 12 di Utara Atlantic,
secara perlahan menyatukan pemahaman mengenai bumi. Sementara itu, ilmu
kartografi terus berkembang dengan lebih praktis dan realistic di wilayah Arab,
termasuk daerah Mediterania. Tentu saja, cara pembuatan peta masih dilukis
dengan tangan, dimana penyebarannya masih sangat dibatasi.
Selama periode Abad Pertengahan, peta Eropa didominasi
oleh pandangan agama. Peta ATAS adalah hal biasa. Dalam format
peta, Yerusalem digambarkan di pusat dan timur berorientasi pada bagian atas
peta.eksplorasi Viking di Atlantik Utara secara bertahap dimasukkan ke dalam
pandangan dunia dimulai pada abad ke-12. Sementara itu, kartografi
dikembangkan lebih praktis dan realistis sepanjang garis di tanah Arab,
termasuk wilayah Mediterania. Semua peta, tentu saja, ditarik dan
diterangi dengan tangan, yang membuat distribusi peta sangat terbatas.
2.2.3. Periode Kejayaan
Penemuan alat
cetak pembuat peta semakin banyak tersedia pada abad 15. Peta pada mulanya
dicetak menggunakan papan kayu yang sudah diukir berupa peta. Percetakan dengan
menggunakan lempeng tembaga yang diukir muncul pada abad 16 dan tetap menjadi
standar pembuatan peta hingga teknik fotografis dikembangkan. Kemajuan utama
dalam pembuatan peta mendapat perhatian sepanjang masa eksplorasi pada abad 15
dan 16. Para Pembuat peta mendapat jawaban dari Navigation Chart yang
menyajikan garis pantai, pulau, sungai, pelabuhan dan simbol-simbol pelayaran.
Termasuk garis-garis kompas dan paduan navigasi lainnya. Peta-peta ini
membutuhkan biaya yang cukup tinggi, digunakan untuk tujuan militer dan
diplomatic hanya dimiliki oleh pemerintah sebagai dokumen rahasia negara.
Pertama kali Peta Dunia disajikan secara utuh pada awal
abad 16, meneruskan pelayaran dari Colombus dan yang lainnya untuk mencari
dunia baru. Gerardus Mercator dari Flandes (Belgia) menjadi ahli pembuat peta
terkenal pada pertengahan abad 16. Ia mengembangkan proyeksi silindris yang
semakin luas digunakan untuk Navigation Chart dan Peta Global. Berdasarkan pada
proyeksi ini ia menerbitkan sebuah peta pada tahun 1569. banyak proyeksi peta
lain yang kemudian dikembangkan.
Penemuan pencetakan membuat peta lebih banyak tersedia
dimulai pada abad ke-15. Peta berada di blok kayu pertama yang dicetak
menggunakan diukir (lihat di atas). Di antara pembuat peta yang paling
penting pada masa ini adalah Sebastian Münster di Basel (sekarang
Swiss). Nya Geographia, yang diterbitkan pada tahun 1540,
menjadi standar global baru untuk peta dunia. Percetakan dengan pelat tembaga
terukir muncul pada abad 16 dan terus menjadi standar hingga teknik fotografi
dikembangkan. Kemajuan besar dalam pemetaan terjadi pada Zaman Eksplorasi
di abad 15 dan 16.pembuat Peta menanggapi dengan grafik navigasi, yang
digambarkan garis pantai, pulau, sungai, pelabuhan, dan fitur yang menarik
berlayar. baris Kompas dan bantuan navigasi lainnya termasuk, proyeksi
peta baru dibuat, dan bola dibangun. peta dan bola dunia
tersebut diselenggarakan di nilai besar untuk, militer, dan diplomatik tujuan
ekonomi, dan sebagainya sering dianggap sebagai atau komersial rahasia nasional
– atau kepemilikan peta rahasia.
Seluruh-peta dunia pertama mulai muncul di awal abad
ke-16, setelah pelayaran oleh Columbus dan orang lain untuk Dunia
Baru. Peta dunia pertama benar biasanya dikreditkan ke Martin
Waldseemüller di tahun 1507.Peta ini digunakan proyeksi Ptolemaic diperluas dan
adalah peta pertama yang menggunakan nama Amerika untuk Dunia Baru.
Gerardus Mercator dari Flanders (Belgia) adalah
kartografer terkemuka dari pertengahan abad ke-16. Ia mengembangkan
proyeksi silinder yang masih banyak digunakan untuk grafik navigasi dan peta
global. Ia menerbitkan peta dunia pada 1569 yang didasarkan pada proyeksi
ini. Banyak proyeksi peta lainnya segera dikembangkan.
2.2.4. Periode Modern
Peta terus berkembang pada abad 17, 18 dan 19
secara lebih akurat dan nyata dengan menggunakan metode-metode yang ilmiah.
Banyak Negara melakukan pemetaan sebagai program nasional. Meskipun demikian,
sebagian belahan dunia banyak yang tidak diketahui walaupun menggunakan potret
udara dengan melajutkan perjalanan Perang Dunia II. Pemetaan Modern berdasarkan
pada kombinasi penginderaan jauh (Remote Sensing) dan pengecekan lapangan
(Ground Observation).
Geographic Information
Systems (GIS) muncul pada periode 1970-80-an. GIS menggeser paradigma pembuatan
peta. Pemetaan secara tradisional (Berupa Kertas) menuju pemetaan yang
menampilkan gambar dan database secara bersamaan dengan menggunakan Informasi
geografi. Pada GIS, database, analisa dan tampilan secara fisik dan konseptual
dipisahkan dengan penanganan data geografinya. Sistem Informasi Geografis
meliputi perangkat keras computer (Hardware), perangkat lunak (Software), data
digital, Pengguna, sistem kerja, dan instansi pengumpul data, menyimpan,
menganalisa dan menampilkan informasi georeferensi mengenai bumi (Nyerges
1993).
Peta menjadi semakin akurat dan faktual selama abad
ke-17, 18 dan 19 dengan penerapan metode ilmiah. Banyak negara melakukan
program pemetaan nasional. Meskipun demikian, sebagian besar dunia ini
kurang diketahui sampai meluasnya penggunaan foto udara berikut perang Dunia I.
Kartografi Modern didasarkan pada kombinasi pengamatan tanah dan penginderaan
jauh.
Sistem Informasi Geografis (GIS) muncul pada
periode-80 1970. GIS merupakan perubahan besar dalam paradigma
kartografi. Dalam tradisional (kertas) kartografi, peta itu dipandang baik
sebagai database dan menampilkan informasi geografis. Untuk GIS,
database, analisis, dan menampilkan secara fisik dan konseptual aspek terpisah
dari penanganan data geografis. Sistem Informasi Geografis terdiri dari
perangkat keras komputer, perangkat lunak, data digital, orang, organisasi, dan
lembaga untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan menampilkan informasi
bergeoreferensi tentang bumi (Nyerges 1993).
Apakah peta representasi yang realistis dari dunia
nyata? Tidak – tidak pernah! Pengukuran di lapangan tunduk pada
kesalahan akurasi dan presisi. foto udara dan citra satelit hanya
menggambarkan bagian tertentu dari spektrum cahaya, seperti disaring melalui
instrumen suasana dan deteksi. peta Tidak ada yang bisa
menggambarkan semua, biologi, dan budaya ciri-ciri fisik
bahkan untuk wilayah terkecil. Sebuah peta hanya dapat menampilkan
beberapa fitur yang dipilih, yang biasanya digambarkan dalam gaya simbolik yang
sangat sesuai untuk beberapa jenis skema klasifikasi. Dengan cara ini,
semua peta estimasi, generalisasi, dan interpretasi kondisi geografis yang
benar.
Semua peta yang dibuat sesuai dengan asumsi-asumsi dasar
tertentu, untuk datum permukaan laut misalnya, yang tidak selalu benar atau
diverifikasi. Akhirnya peta manapun adalah produk dari usaha manusia, dan
dengan demikian dapat dikenakan kesalahan tanpa sadar, keliru, bias, atau
penipuan langsung. Terlepas dari keterbatasan ini, peta terbukti sangat
beradaptasi dan berguna melalui beberapa ribu tahun peradaban manusia. Peta dari
segala jenis secara fundamental penting bagi masyarakat modern.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Kartografi
adalah ilmu, seni, dan teknologi untuk membuat peta. Suatu Peta merupakan
penggambaran secara grafis atau bentuk skala (perbandingan) dari konsep
mengenai bumi. Hal ini berarti bahwa peta merupakan alat untuk menyampaikan
informasi mengenai ilmu bumi. Peta merupakan media yang universal untuk komunikasi
sehingga dapat mudah dipahami dan dimengerti oleh setiap orang dengan
mengabaikan budaya dan bahasa. Dan seiring berkembangnya zaman ,peta semakin
lama sekamin canggih sebagai suatu media komunikasi .
3.2. Saran
Dengan
adanya pembuatan makalah tentang sejarah perkembangan kartografi diharapkan
mahasiswa mengetahui sejarah perkembangan peta dan mengetahui perkembangan awal
peta hingga zaman sekarang .
DAFTAR PUSTAKA
Keatas,J.S.Rancangan
Produksi Katografi.1973.London
Setyawati,Dewi,Dkk.2014.Kartografi
Dasar.Yogyakarta :Penerbit Ombak
Tim
Dosen.Kartografi.2016.Medan:Unimed