pengampu : Intan noviantari manyoe S.Si.MT
A. Definisi
tentang lemba, struktur geologi, topografi, proses endogen, proses eksogen,
erosi dan glacial.
1. Lembah
adalah wilayah bentang alam yang dikelilingi oleh pegunungan
atau perbukitan yang luasnya dari
beberapa kilometer persegi sampai mencapai ribuan kilometer persegi. Lembah
dapat terbentuk dari beberapa proses geologis. Lembah gletser
yang umumnya berbentuk-U terbentuk puluhan ribu tahun yang lalu akibat erosi
gletser. Selain berbentuk-U, lembah juga dapat berbentuk-V.
2.
Geologi
struktur adalah studi mengenai distribusi
tiga dimensi tubuh batuan dan permukaannya yang datar ataupun terlipat, beserta
susunan internalnya.Geologi struktur mencakup bentuk permukaan yang juga
dibahas pada studi geomorfologi, metamorfisme dan geologi rekayasa.
Dengan mempelajari struktur tiga dimensi batuan dan daerah, dapat dibuat
kesimpulan mengenai sejarah tektonik,
lingkungan geologi pada masa lampau dan kejadian deformasinya. Hal ini dapat
dipadukan pada waktu dengan menggunakan kontrol stratigrafi maupun geokronologi,
untuk menentukan waktu pembentukan struktur tersebut.
Secara lebih formal dinyatakan sebagai cabang geologi yang
berhubungan dengan proses geologi di mana suatu gaya telah menyebabkan
transformasi bentuk, susunan, atau struktur internal batuan kedalam
bentuk, susunan, atau susunan intenal yang lain.
3.
Topografi
secara ilmiah
artinya adalah studi tentang bentuk permukaan bumi
dan objek lain seperti planet, satelit alami (bulan
dan sebagainya), dan asteroid. Dalam pengertian yang lebih
luas, topografi tidak hanya mengenai bentuk permukaan saja, tetapi juga vegetasi dan pengaruh manusia terhadap lingkungan, dan bahkan kebudayaan lokal(Ilmu Pengetahuan Sosial).
Topografi umumnya menyuguhkan relief permukaan, model tiga dimensi,
dan identifikasi jenis lahan. Penggunaan kata topografi dimulai sejak zaman Yunani kuno dan berlanjut hingga Romawi kuno, sebagai detail dari suatu
tempat. Kata itu datang dari kata
Yunani, topos
yang berarti tempat, dan graphia yang berarti tulisan. Objek dari
topografi adalah mengenai posisi suatu bagian dan secara umum menunjuk pada
koordinat secara horizontal seperti garis lintang dan garis bujur, dan secara vertikal yaitu ketinggian. Mengidentifikasi jenis lahan
juga termasuk bagian dari objek studi ini. Studi topografi dilakukan dengan
berbagai alasan, diantaranya perencanaan militer dan eksplorasi geologi. Untuk kebutuhkan konstruksi sipil, pekerjaan
umum, dan proyek
reklamasi membutuhkan studi topografi yang
lebih detail.
4. Proses Endogen,Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi
yang menyebabkanperubahan pada kulit bumi, tenaga endogen ini sifatnya
membentuk permukaan bumi men'adi tidak rata.Secara umum tenaga endogen dibagi
dalam " 'enis yaitu tektonisme, 7ulkanisme dan seisme atau gempa.
1.
Tektonisme
Tektonisme
adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan ter'adinya
diskolasi (perubahan letak) patahan, retakan pada kulit bumi dan batuan.
6erdasarkan 'ennies gerakan dan luas #ilayah yang mempengaruhinya, tenaga
tektonik dapat dibedakan atas gerak orogenesa dan epirogenesa.rogonesa adalah pembentukan kulit
bumi yang ter'adi dalam #aktu yang cepat dan cangkupan #ilayah yang sempit,
sedangkan epirogenesa adalah pembentukan kulit bumi yang ter'adi dalam #aktu
yang lambat dan cangkupan #ilayah yang luas.
2, Vukanisme
Fulkanisme (kegunung apian) folkan
(gunung api) yaitu tempat keluarnya magma, bahan rombakan batuan padat dan gas
dari dalam bumi ke permukaan bumi (dan Skinner. fulkanisme adalah ge'ala alam
yang ter'adi karena adanya aktititas magma. 5ulkanisme sebenarnya sebagai
akibat darikegiatan tektonisme. &egiatan tektonisme ini akan mengakibatkan
retakan retakan pada permukaan bumi yang
menyebabkan aliran lava dari bagian dalam litosfer kelapisan atasnya bahkan
sampai ke permukaan bumi. &egiatan magma itulah yang dinamakan fulkanisme.
Gempa+empa
ter'adi akibat getaran kulit bumi yang disebabkan oleh kekuatan dalam bumi.
daerah yang labil litosfer mengalami perubahan letak, misalnya di suatu bagian
terangkat ke atas sedangkan bagian yang lainnya menurun bahkan bertahan pada
kedudukannya. Pelengkungan
5.
.Proses eksoge, proses eksogen adalah proses dari tenaga eksogen yang
merupakan tenaga yang berasal dari luar bumi yang dapat mengubah bentuk muka
bumi. Tenaga ini dipengaruhi oleh energy matahari dan gaya tarik bumi ( gra7itasi
bumi ). Sifat dari tenaga eksogen adalah merombak bentuk permukaan bumi hasil
bentuk an dari tenaga endogen.Proses dalam eksogen dapat dikenal dengan proses
gradasi (gradation)yang artinya proses menu'u permukaan litosfer dalam le7el
yang sama atau pemerataan ( chamberlain dan Salisbury, 19:). Proses gradasi dapat , melalui
proses.
6.
Erosi , adalah peristiwa pengikisan
padatan (sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya)
akibat transportasi angin, air
atau es, karakteristik hujan,
creep pada tanah dan material lain di
bawah pengaruh gravitasi, atau oleh makhluk hidup semisal hewan yang membuat
liang, dalam hal ini disebut bio-erosi. Erosi tidak sama dengan
pelapukan akibat cuaca, yang mana merupakan proses penghancuran mineral batuan
dengan proses kimiawi maupun fisik, atau gabungan keduanya.
7. Periode
glasial adalah waktu suhu menurun dalam jangka masa yang lama dalam iklim
bumi, menyebabkan peningkatan dalam keluasan es di kawasan kutub dan gletser
gunung. Sisa lautan yang ada tidak tertutupi es namun memiliki suhu tertinggi
rata-rata sekitar 40 C. Secara geologis, zaman es sering digunakan untuk
merujuk kepada waktu lapisan es di belahan bumi utara dan selatan; dengan
denifisi ini kita masih dalam zaman es. Menurut para ahli zaman ini telah
terjadi berulang kali dengan diselingi masa-masa yang lebih hangat yang disebut
masa interglasial. Pada zaman es air laut membeku sehingga permukaan air laut
turun sampai 100 meter dan garis pantai pun menjorok ke laut kemungkinan ada
beberapa pulau menyatu saat zaman es tersebut. Periode glasial terakhir berakhir sekitar
15,000 tahun yang lalu[1]
B.
Skala waktu geologi bserta masa zaman.

1.
Fanerozoikum adalah suatu eon
pada skala
waktu geologi
yang memiliki kehidupan hewan yang sangat banyak. Masa ini
kurang lebih telah dimulai sejak 545 juta tahun yang lalu sewaktu hewan
bercangkang keras pertama kali muncul dan masih berlangsung terus saat ini.
Namanya diturunkan dari bahasa Yunani yang berarti "kehidupan kasat mata",
merujuk pada besarnya organisme sejak ledakan Kambrium. Fanerozoikum dibagi menjadi
tiga era: Paleozoikum, Mesozoikum, dan Kenozoikum.

2.
Senozoikum,
Kenozoikum, atau
Neozoikum (bahasa
Yunani: καινός, kainos,
"baru", dan ζωή, zoe, "kehidupan", atau berarti
"kehidupan baru") adalah era terakhir dari tiga era klasik geologi. Era ini berlangsung selama 65,5
juta tahun sampai sekarang, setelah peristiwa kepunahan
massal Kapur-Tersier
pada akhir periode Kapur yang menandai punahnya dinosaurus tanpa bulu dan berakhirnya era Mesozoikum.

3. Mesozoikum (/ˌɛmszəoʊɪk,
mI-,-soʊ-/ atau /ˌmɛzəzoʊɪk,ˌmI-,-zoʊ-/) adalah selang waktu
geologi dari sekitar 252 ke 66 juta tahun yang lalu. Disebut
juga Zaman Reptil, frasa yang diperkenalkan oleh ahli paleontologi
Gideon Mantell pada abad ke-19 yang melihat periode ini didominasi
oleh reptil seperti Iguanodon, Megalosaurus, Plesiosaurus,
serta yang sekarang disebut Pseudosuchia.
4. Mesozoikum berarti
"kehidupan tengah", berasal dari bahasa Yunani awalan meso / μεσο- untuk
"antara" dan Zoon / ζῷον berarti "hewan"atau
"makhluk hidup". Ini adalah salah satu dari tiga era
geologi dari Eon Fanerozoikum, didahului oleh Paleozoic ("kehidupan
purba") dan digantikan oleh Kenozoikum ("hidup
baru"). Era ini dibagi menjadi tiga periode utama: Trias, Jura, dan Kapur,
yang kemudian dibagi lagi menjadi beberapa zaman dan tahap.

5.
Paleozoikum (bahasa Yunani: palaio, "tua"
dan zoion, "hewan", berarti "kehidupan purba")
adalah era pertama dari tiga era pada eon
Fanerozoikum. Era ini berlangsung pada kurang
lebih 542 sampai 251 juta tahun yang lalu, dan dibagi menjadi enam periode, berturut-turut dari yang paling
tua: Kambrium, Ordovisium, Silur,
Devon, Karbon, dan Perm. Paleozoikum dilanjutkan dengan
era Mesozoikum.

6. Neogen
adalah suatu periode bagian dari era
Kenozoikum
pada skala waktu geologi yang dimulai sejak 23.03 ±
0.05 juta tahun yang lalu, melanjutkan periode Paleogen.
Berdasarkan proposal terakhir dari International
Commission on Stratigraphy, Neogen terdiri dari kala
Miosen, Pliosen, Pleistosen,
dan Holosen
dan berlangsung hingga saat ini. Sistem Neogen (formal) dan Sistem
Tersier (nonformal) merupakan istilah untuk batuan yang terbentuk pada
periode ini.
7. Neogen
berlangsung kurang lebih selama 23 juta tahun. Selama periode ini, mamalia dan burung berevolusi
dengan pesat; genus Homo juga mulai muncul pada periode ini. Bentuk
kehidupan lain relatif tidak berubah. Terjadi beberapa gerakan benua, dengan
peristiwa yang paling penting adalah terhubungnya Amerika
Utara dan Selatan pada akhir Pliosen. Iklim
mendingin sepanjang periode ini yang memuncak pada glasiasi kontinental pada
sub-era Kuarter
(atau kadang disebut juga periode pada beberapa skala waktu).
8. Paleogen
adalah periode dalam skala waktu geologi yang merupakan bagian
pertama dari era Kenozoikum dan berlangsung selama 42 juta tahun antara
65,5 ± 0,3 hingga 23,03 ± 0,05 juta tahun yang lalu. Periode ini terdiri dari kala
Paleosen, Eosen, dan Oligosen, dan
dilanjutkan oleh kala Miosen pada periode Neogen.
9. Paleogen merupakan saat pertama
berkembangnya mamalia
dari jumlah yang sedikit dan bentuk yang sederhana, hingga membengkak menjadi
beragam jenis pada akhir kepunahan massal yang mengakhiri periode Kapur
(era Mesozoikum)
sebelumnya. Beberapa mamalia ini akan berevolusi menjadi bentuk yang lebih
besar yang mendominasi daratan, dan ada pula yang berevolusi menjadi mampu
hidup di lingkungan lautan, daratan khusus, dan bahkan di udara. Burung juga
berkembang pesat pada periode ini menjadi kurang lebih bentuk modern yang
dikenal saat ini. Cabang kehidupan lain di bumi bertahan relatif tidak berubah
dibandingkan dengan perubahan yang dialami burung dan mamalia pada periode ini.
Iklim menjadi lebih dingin sepanjang Paleogen dan batas laut menyurut di Amerika
Utara di awal periode ini.
10. Periode
Kapur atau Cretaceous adalah salah satu periode pada skala waktu geologi yang bermula pada akhir
periode Jura dan berlangsung hingga awal Paleosen atau
sekitar 145.5 ± 4.0 hingga 65.5 ± 0.3 juta tahun yang lalu. Periode ini merupakan
periode geologi
yang paling lama dan mencakup hampir setengah dari era
Mesozoikum.
Akhir periode ini menandai batas antara Mesozoikum dan Kenozoikum.
Periode ini ditandai sebagai suatu periode terpisah pertama kali oleh ahli
geologi Belgia, Jean d'Omalius
d'Halloy, pada tahun 1822 dengan menggunakan stratum di Basin Paris dan mendapat
namanya berdasarkan banyaknya lapisan kapur (kalsium
karbonat yang terbentuk oleh cangkang invertebrata
laut, terutama coccolith) yang ditemukan pada periode Kapur Akhir di Eropa daratan dan Kepulauan Britania.

11. Jura
adalah suatu periode utama dalam skala waktu geologi yang berlangsung antara
56.3 juta tahun hingga 201.3 juta tahun yang lalu, setelah periode Trias dan mendahului
periode Kapur. Lapisan batuan yang
mencirikan awal dan akhir periode ini teridentifikasi dengan baik, tetapi waktu
tepatnya tidak dapat dipastikan antara 5 hingga 10 juta tahun. Jura merupakan
periode pertengahan era Mesozoikum, yang dikenal juga dengan "Zaman Dinosaurus".
Awal periode ini ditandai dengan peristiwa kepunahan Trias-Jura. Nama
periode ini diberikan oleh Alexandre Brogniart
berdasarkan banyaknya batu kapur laut yang ditemukan di Pegunungan
Jura, di daerah pertemuan Jerman, Perancis, dan Swiss. Dinosaurus merupakan hewan yang dominan pada zaman jura
atau dalam bahasa inggris disebut JURASSIC ( jurasik ),jurassic berakhir
dikarenakan meteor raksasa menabrak bumi, tepatnya jatuh di Meksiko,Amerika
Utara 65 juta tahun yang lalu menyisakan pecahan bumi.

12. Trias
adalah suatu periode dalam skala waktu geologi yang berlangsung antara 251
± 0,4 hingga 199,6 ± 0,6 juta tahun yang lalu. Periode ini berlangsung setelah Permian dan
diikuti oleh Jura. Awal dan akhir periode Trias masing-masing
ditandai dengan peristiwa kepunahan besar. Peristiwa kepunahan
yang mengakhiri periode Trias baru-baru ini berhasil ditentukan waktunya secara
lebih akurat, tetapi sebagaimana halnya dengan periode geologi lain yang lebih
tua, lapisan batuan yang
mencirikan awal dan akhir teridentifikasi dengan baik, tetapi waktu persis awal
dan akhir periode ini memiliki ketidakpastian sebanyak beberapa juta tahun. Semasa
periode Trias, kehidupan laut dan daratan menunjukkan sebaran adaptif yang
dimulai dengan biosfer
yang sangat miskin setelah peristiwa
kepunahan Permian-Trias. Karang dari kelompok Zoantharia muncul untuk pertama
kalinya. Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae)
mungkin mulai berkembang pada periode Trias, seperti juga vertebrata
terbang pertama, pterosaurus.
13. Perm atau permian adalah periode dalam skala
waktu geologi
yang berlangsung antara 299,0 ± 0,8 hingga 251,0 ± 0,4 juta tahun yang lalu.
Periode ini merupakan periode terakhir dalam era Paleozoikum. Perm dibagi menjadi tiga kala yaitu Lopongian, Guadalupian, dan Cisuralian.
14. Karbon adalah suatu periode dalam skala
waktu geologi
yang berlangsung sejak akhir periode Devon sekitar 359,2 ± 2,5 juta tahun
yang lalu hingga awal periode Perm sekitar 299,0 ± 0,8 juta tahun
yang lalu. Seperti halnya periode geologi yang lebih tua lainnya, lapisan
batuan yang
menentukan awal dan akhir periode ini teridentifikasi dengan baik, tetapi
tanggal tepatnya memiliki ketidakpastian sekitar 5-10 juta tahun. Nama
"karbon" diberikan karena adanya lapisan tebal kapur pada periode ini
yang ditemukan di Eropa
Barat. Dua
pertiga masa awal periode ini disebut subperiode Mississippian dan sisanya disebut subperiode Pennsylvanian. Pohon-pohon konifer muncul pada periode yang penting
ini.
15. Devon
adalah periode pada skala waktu geologi yang termasuk dalam era
Paleozoikum
dan berlangsung antara 416 ± 2,8 hingga 359,2 ± 2,5 juta tahun yang lalu.
Namanya berasal dari Devon,
Inggris,
tempat pertama kalinya batuan Exmoor yang berasal dari periode
ini dipelajari. Semasa periode Devon, ikan pertama kali
berevolusi dan memiliki kaki serta mulai berjalan di darat sebagai tetrapoda
sekitar 365 juta tahun yang lalu. Tumbuhan
berbiji pertama tersebar di daratan kering dan membentuk hutan yang luas.
Di laut, hiu primitif
berkembang lebih banyak dibanding periode Silur dan Ordovisium
akhir. Ikan bersirip-cuping (lobe-finned, Sarcopterygii),
ikan bertulang (bony fish, Osteichthyes)
serta moluska
amonite muncul untuk pertama
kalinya. Trilobit,
brachiopoda
mirip moluska,
dan terumbu karang besar juga masih sering ditemukan. Kepunahan Devon Akhir
sangat memengaruhi kehidupan laut.
16. Silur
adalah periode pada skala waktu geologi yang berlangsung mulai
akhir periode Ordovisium, sekitar 443,7 ± 1,5 juta tahun lalu, hingga
awal periode Devon, sekitar 416,0 ± 2,8 juta tahun yang lalu.
Seperti periode geologi lainnya, lapisan batuan yang
menentukan awal dan akhir periode ini teridentifikasi dengan baik, tetapi
tanggal tepatnya memiliki ketidakpastian sebesar 5-10 juta tahun. Awal Silur
ditentukan pada suatu peristiwa kepunahan besar (peristiwa kepunahan
Ordovisium-Silur) sewaktu 60% spesies laut
musnah.

17. Ordovisium adalah suatu periode pada era Paleozoikum yang berlangsung antara 488,3 ±
1,7 hingga 443,7 ± 1,5 juta tahun lalu. Periode ini melanjutkan periode Kambrium dan diikuti oleh periode Silur.
Periode yang mendapat namanya dari salah satu suku di Wales,
Ordovices, ini didefinisikan oleh Charles Lapworth pada tahun 1879
untuk menyelesaikan persengketaan antara pengikut Adam Sedgwick dan Roderick Murchison yang masing-masing mengelompokkan lapisan
batuan yang sama
di Wales utara masuk dalam periode Kambrium dan Silur. Lapworth mengamati bahwa
fosil fauna
pada strata yang dipersengketakan ini
berbeda dengan fauna pada periode Kambrium maupun Silur sehingga seharusnya
memiliki periode tersendiri
18. Kambrium
(bahasa
Inggris: Cambrian) adalah periode pada skala waktu geologi yang dimulai pada sekitar
542 ± 1,0 jtl (juta tahun lalu) di akhir eon Proterozoikum
dan berakhir pada sekitar 488,3 ± 1,7 jtl dengan dimulainya periode Ordovisium.
Periode ini merupakan periode pertama era
Paleozoikum
dari eon Fanerozoikum. Nama "Kambrium" berasal dari Cambria,
nama klasik untuk Wales,
wilayah asal batuan dari periode ini pertama kali dipelajari.Ciri khas periode
ini adalah fenomena Letusan Kambrium, di mana terjadi kemunculan
mendadak banyak filum
yang tidak ada di lapisan sebelumnya, dan filum-filum ini meliputi makhluk yang
sederhana sampai lebih rumit, yang dahulunya diduga baru akan muncul
berjuta-juta tahun kemudian.
19. Prakambrium adalah nama informal untuk eon-eon
pada skala
waktu geologi
yang terjadi sebelum eon Fanerozoikum saat ini. Periodenya dimulai
dari pembentukan Bumi sekitar 4500 juta tahun yang lalu
hingga evolusi hewan
makroskopik bercangkang keras, yang menandai dimulainya Kambrium, periode pertama dari era pertama (Paleozoikum) eon
Fanerozoikum, sekitar 542 juta tahun yang lalu. Umumnya Prakambrium dianggap
terdiri dari eon Hadean, Arkean, dan Proterozoikum.
20. Proterozoikum
adalah eon yang
mewakili suatu periode sebelum merebaknya kehidupan kompleks pertama di muka Bumi. Masa ini
berlangsung antara 2500 sampai 542 (± 1) juta tahun yang lalu dan merupakan
tadinya merupakan bagian dari masa Prekambrium.
Proterozoikum didahului oleh eon Arkean dan dilanjutkan oleh Fanerozoikum
dan terdiri dari tiga era yang berturut-turut dari yang paling tua: Paleoproterozoikum, Mesoproterozoikum,
dan Neoproterozoikum. Peristiwa-peristiwa penting yang
terjadi pada masa ini antara lain adalah: transisi menjadi atmosfer beroksigen pada
era Mesoproterozoikum; beberapa glasiasi, termasuk terjadinya
hipotesis "Bumi Bola Salju" (Snowball Earth)
semasa periode Kriogenian pada akhir
Neoproterozoikum; serta periode Ediakaran
(635 hingga 542 juta tahun yang lalu) yang ditandai dengan evolusi organisme
multiselular bertubuh lunak.
21. Arkean, dulunya disebut Arkeozoikum,
adalah suatu eon geologi sebelum Proterozoikum yang berakhir 2500 juta tahun
yang lalu. Batas ini tidak ditentukan secara stratigrafi melainkan secara kronometri. Titik awal masa ini tidak
secara resmi diakui oleh International Commission on
Stratigraphy,
tetapi biasanya dianggap berlangsung sejak 3800 juta tahun yang lalu, di akhir
eon Hadean. Arkean terdiri dari empat era, berturut-turut dari yang paling
awal: Eoarkean, Paleoarkean, Mesoarkean, dan Neoarkean.
22.
Hadean adalah eon geologi sebelum Arkean. Periode
ini dimulai sejak pembentukan Bumi hingga berakhirnya pada kurang lebih 3800 juta tahun yang
lalu, walaupun waktu berakhir ini bervariasi menurut sumber-sumber yang
berbeda. Namanya diambil dari "Hades", bahasa Yunani
untuk "tak tampak" atau "neraka" dan menggambarkan dunia bawah
atau merujuk pada kondisi Bumi pada saat itu. Ahli geologi Preston
Cloud menciptakan istilah ini pada tahun
1972, awalnya untuk memberi nama periode sebelum batuan yang paling awal
ditemukan. W. B. Harland selanjutnya memberikan istilah yang hampir sinonim:
"periode Priskoan". Teks-teks yang lebih tua menggunakan
istilah sederhana "Pra-Arkean" sedangkan pada abad ke-19 dan
abad ke-20 umum digunakan istilah "Azoik" yang artinya tanpa
atau sebelum kehidupan untuk merujuk pada periode ini.
23. Neoproterozoikum adalah era geologi yang berlangsung antara 1000
hingga 542 juta tahun yang lalu dan merupakan bagian akhir eon
Proterozoikum dan masa Prakambrium. Era ini mungkin merupakan salah
satu era yang memiliki catatan geologis paling menarik karena Bumi
dilanda oleh beberapa glasiasi terparah yang pernah diketahui,
sampai-sampai lembaran es bisa mencapai khatulistiwa. Pada bagian akhir era ini, periode Ediakara, ditemukan fosil
paling awal kehidupan multisel, termasuk hewan-hewan paling awal.
Neoproterozoikum terdiri tiga periode: Tonian, Cryogenian, dan Ediacaran.
24. Mesoproterozoikum adalah era geologi yang berlangsung antara 1600
hingga 1000 juta tahun yang lalu dan merupakan bagian dari eon
Proterozoikum. Peristiwa penting pada era ini
adalah pembentukan superbenua Rodinia dan evolusi reproduksi
seksual. Era ini
dibagi menjadi tiga periode: Calymmianm, Ectasian, dan Stenian.
25. Paleoproterozoikum
adalah era geologi pertama dalam eon Proterozoikum
yang berlangsung antara 2500 hingga 1600 juta tahun yang lalu. Benua-benua
pertama kali stabil pada era ini. Era ini juga merupakan era berkembangnya cyanobakteria, suatu tipe bakteri yang
menggunakan proses biokimia fotosintesis untuk menghasilkan energi dan oksigen. Era ini
dibagi menjadi empat periode: Siderian, Rhyacian, Orosirian, dan Statherian. Sebelum adanya
peningkatan berarti oksigen atmosferik, hampir semua bentuk kehidupan merupakan
anaerob, yang
metabolismenya berlangsung melalui respirasi
seluler yang tidak membutuhkan oksigen. Oksigen bebas dalam jumlah besar
bersifat racun bagi sebagian besar bakteri anaerob, karenanya, pada masa ini
hampir semua kehidupan di Bumi punah. Organisme yang dapat bertahan hidup adalah
yang resisten terhadap oksidasi dan efek racun oksigen atau yang tinggal di
lingkungan yang bebas oksigen. Peristiwa ini disebut dengan Bencana Oksigen.
26. Neoarkean
adalah era yang termasuk dalam eon Arkean dan
berlangsung antara 2800 hingga 2500 juta tahun yang lalu. Periode ini
didefinisikan secara kronometri dan tidak merujuk pada suatu bagian lapisan
batuan tertentu di Bumi.
Pada era ini, fotosintesis dengan oksigen pertama
kali berkembang dan bertanggung jawab atas bencana
oksigen (oxygen catastrophe) yang akan terjadi nanti pada 2400 juta
tahun yang lalu pada era Paleoproterozoikum. Peristiwa ini timbul karena
penumpukan oksigen beracun di atmosfer yang dihasilkan oleh organisme fotoautotrof
yang berkembang pada era Neoarkean ini.
27. Mesoarkean
adalah era geologi bagian dari eon Arkean yang
berlangsung 3200 hingga 2800 juta tahun yang lalu. Periode ini ditentukan
secara kronometri
dan tidak merujuk pada suatu bagian lapisan batuan tertentu di Bumi. Fosil yang
ditemukan di Australia
menunjukkan bahwa stromatolit telah hidup di
Bumi sejak era ini.
28. Paleoarkean
adalah era geologi dalam eon Arkean
yang berlangsung antara 3600 hingga 3200 juta tahun yang lalu. Periode ini
didefinisikan secara kronometri dan tidak merujuk pada suatu bagian lapisan
batuan tertentu di Bumi.
Bentuk kehidupan tertua yang berhasil ditemukan berupa bakteri yang
berumur lebih dari 3460 juta tahun ditemui di Australia
Barat dan berasal dari era ini.
29.
Eoarkean adalah suatu era pada skala waktu geologi yang berlangsung antara 3800 hingga 3600 juta tahun yang
lalu. Era ini merupakan bagian pertama dari eon Arkean, didahului oleh eon Hadean, dan
dilanjutkan oleh era Paleoarkean. International Commission on Stratigraphy tidak merekomendasikan batas bawah era ini. Namanya berasal
dari dua kata bahasa Yunani: eos (fajar) dan archios (kuno). Superbenua
pertama Vaalbara muncul pada periode ini.
30.
Holosen adalah kala dalam skala
waktu geologli yang berlangsung mulai sekitagr
10.000 tahun
radiokgllarbon, atau kurang lebih 11.430 ± 130
tahun kalender yang lalu
(antara 956y0 hingga 9300 SM). Holosen adalah kala keempat dan terakhir dari periode Neogen. Namanya berasal dari bahasa Yunani
ὅλος ("holos") yang rarti keseluruhan dan καινή ("kai-ne")
yang berarti baru atau terakhir. Kala ini kadang disebut juga sebagai
"Kala Alluvium".pada kala holosen sebagian besar es di kutub sudah
mulai lenyap sehingga permukaan air laut naik lagi. Tanah-tanah rendah di
daerah paparan sunda dan paparan sahul tergenang air dan menjadi laut
transgresi. Dengan demikian muncullah pulau-pulau di nusantara. Manusia purba
lenyap dan muncullah manusia cerdas (Homo Sapiens) seperti manusia sekarang.
31. Pleistosen
adalah suatu kala dalam skala waktu geologi yang berlangsung antara
2.588.000 hingga 11.500 tahun yang lalu. Namanya berasal dari bahasa
Yunani πλεῖστος (plestos, "paling") dan καινός (kainos,
"baru"). Pleistosen mengikuti Pliosen dan
diikuti oleh Holosen
dan merupakan kala ketiga pada periode Neogen. Akhir
Pleistosen berhubungan dengan akhir Zaman
Paleolitikum yang dikenal dalam arkeologi. Pleistosen
dibagi menjadi Pleistosen Awal, Pleistosen Tengah, dan Pleistosen
Akhir, dan beberapa tahap fauna.
32. Plestosen
awalnya dikenal dengan diluvium, yakni formasi sekarang (holosen
atau aluvium); bermula dari 1.750.000 tahun lalu dan berakhir sampai
10000 tahun lalu. kala pertama dalam zaman kuarter, di bawah satuan waktu
geologi ini terdapat kala pliosen, dan diatasnya kala holosen. Pada
kala plestosen bumi mengalami beberapa zaman es. Kala ini menyaksikan
kelahiran homo sapiens yang pertama dan kepunahan berbagai
jenis yang mendahuluinya, seperti pithecanthropus erectus. Di pulau Jawa, Sumatra, Nusa
Tenggara, dan Sulawesi, kala ini dicirikan dengan kegiatan gunung berapi
yang berlangsung hingga sekarang. Dari masa ini juga dikenal sebagai megaloceros
(rusa besar), coelodonta antiquitatis (badak berbulu wol), mammuthus
primigenius (mamut),
ursus spelaeus (beruang yang hidup dalam gua), smilodon (semacam
kucing besar), rusa kutub, bison, dll.
33. Pliosen
adalah suatu kala dalam skala waktu geologi yang berlangsung 5,332
hingga 1,806 juta tahun yang lalu. Kala ini merupakan kala kedua pada periode Neogen di era
Kenozoikum.
Pliosen berlangsung setelah Miosen dan diikuti oleh kala Pleistosen.
Namanya diberikan oleh Sir Charles Lyell dan
berasal dari kata bahasa Yunani πλεῖον (pleion,
"lebih") dan καινός (kainos, "baru") dan kurang
lebih berarti "kelanjutan dari sekarang", merujuk pada fauna laut moluska yang
relatif modern yang hidup pada zaman ini. Seperti periode geologi lain yang
lebih tua, stratum
geologi yang menentukan awal dan akhir teridentifikasi, tetapi waktu pasti awal
dan akhir kala ini agak tak pasti. Batas yang menentukan kemunculan Pliosen
tidak ditentukan oleh suatu peristiwa tertentu melainkan hanya berupa batas semu
antara Miosen yang lebih hangat dan Pliosen yang relatif lebih sejuk. Batas
akhir awalnya ditentukan pada awal glasiasi Pleistosen, tetapi
belakangan dianggap terlalu lama. Banyak geologis berpendapat bahwa pembagian
yang lebih luas antara Paleogen dan Neogen lebih berguna. Narciso Benítez, seorang
astronom dari Universitas Johns Hopkins, dan timnya
mengajukan teori bahwa suatu supernova mungkin merupakan penyebab kepunahan hewan laut
yang menandai batas Pliosen-Pleistosen, dengan menyebabkan kerusakan yang cukup
parah pada lapisan ozon.
34. Miosen adalah suatu kala pada skala
waktu geologi
yang berlangsung antara 23,03 hingga 5,332 juta tahun yang lalu. Seperti halnya
periode geologi yang lebih tua lainnya, lapisan batuan yang membedakan awal dan
akhir kala ini dapat teridentifikasi, tetapi waktu tepat awal dan akhirnya
tidak dapat terlalu dipastikan. Miosen dinamai oleh Sir Charles Lyell dan berasal dari kata bahasa Yunani μείων (meioon,
"kurang") dan καινός (kainos, "baru") dan kurang
lebih merujuk pada "kurang baru" karena hanya memiliki 18% (kurang
dari Pliosen) invertebrata laut modern. Miosen mengikuti Oligosen dan diikuti oleh Pliosen dan merupakan kala pertama pada periode Neogen.
35. Oligosen
adalah suatu kala pada skala waktu geologi yang berlangsung dari
sekitar 34 hingga 23 juta tahun yang lalu. Seperti periode geologi yang lebih
tua lainnya, lapisan batuan yang membedakan periode ini terdefinisi dengan
jelas, tetapi waktu awal dan akhirnya agak kurang dapat dipastikan. Namanya
berasal dari bahasa Yunani oligos ("beberapa")
dan ceno ("baru"), dan merujuk pada sedikitnya penambahan
mamalia modern setelah peledakan evolusi pada kala Eosen. Oligosen
melanjutkan kala Eosen dan diikuti oleh Miosen dan
merupakan kala ketiga dan terakhir pada periode Paleogen. Awal
Oligosen ditandai dengan kepunahan massal yang
mungkin berhubungan dengan tumbukan objek luar angkasa yang ditemukan di Siberia dan
dekat Chesapeake Bay. Batas antara Oligosen dan Miosen
tidak dapat ditentukan secara mudah dengan suatu peristiwa, melainkan merupakan
batas yang semu antara Oligosen yang lebih hangat dengan Miosen yang relatif
lebih dingin.
36. Eosen
adalah suatu kala pada skala waktu geologi yang berlangsung 55,8 ± 0,2
hingga 33,9 ± 0,1 juta tahun yang lalu yang merupakan kala kedua pada periode Paleogen di era
Kenozoikum.
Kala ini berlangsung mulai akhir kala Paleosen
hingga awal Oligosen.
Awal Eosen ditandai dengan kemunculan mamalia modern
pertama. Akhir Eosen adalah suatu kepunahan
massal yang disebut Grande Coupure, yang mungkin berhubungan dengan
satu atau lebih bolide (meteor besar) yang
ditemukan di Siberia
dan Chesapeake Bay. Seperti halnya periode geologi lain,
stratum yang
menentukan awal dan akhir kala ini terdefinisi dengan jelas, walaupun waktu
tepatnya kurang dapat dipastikan.
37. Paleosen,
"awal fajar masa kini", adalah kala
yang berlangsung antara 65,5 ± 0,3 hingga 55,8 ± 0,2 juta tahun yang lalu.
Paleosen merupakan kala pertama dari periode Paleogen di era
modern Kenozoikum.
Seperti halnya skala waktu geologi lainnya, stratum yang
menunjukkan awal dan akhir kala ini terdefinisi dengan jelas, tetapi waktu
pasti akhirnya tidak terlalu jelas.
38. Ediakara
atau Ediakarium adalah periode geologi ketiga dan terakhir pada era
Neoproterozoikum yang berlangsung dari 635 - 541
juta tahun yang lalu. Waktu tersebut bukan berdasarkan stratigrafi, melainkan
didefinisikan secara kronometrik. Periode Ediakara, dinamai dari nama Ediacara Hills di Australia
Selatan adalah periode terakhir dari era
Neoproterozoik dan dari eon Proterozoik,
yang kemudian diikuti oleh periode Kambrium,
periode pertama era Paleozoik dari eon fanerozoik.
Statusnya sebagai periode geologis resmi disahkan tahun 2004 oleh International
Union of Geological Sciences (IUGS), dengan demikian ia merupakan periode
geologis baru pertama yang dideklarasikan dalam 120 tahun.[1][2][3]
Type section-nya ada di Barisan Pegunungan
Flinders di Australia Selatan.
C. 10 konsep-konsep
geomorpologi
1.
Konsep 1. Proses-proses fisik
yang sama dan Ini adalah prinsip pokok yang hebat dari geologi modern dan
dikenal sebagai prinsip uniformitarianisme.
Prinsip
tersebut pertama kali dicetuskan oleh Hutton pada tahun 1785,secara indah
dinyatakan kembali oleh Playfair pada tahun 1802,dan dipopulerkan oleh Lyell
dalam berbagai edisinya mengenai prinsip prinsip geologi.Hutton mengajarkan
bahwa “masa sekarang adalah kunci menuju masa lalu,”tetapi dia menerapkan
prinsip ini agak terlalu kaku dan berpendapat bahwa proses-proses geologi
bekerja melalui waktu geologi dengan intensitas yang sama seperti sekarang.
2. Konsep
2. Struktur geologi adalah sebuah faktor kontrol dominan dalam evolusi bentang
alam dan tercerminn dalam perubahan bentang alam tersebut.
Faktor
–faktor kontrol utama dalam perkembangan bentang alam adalah
struktur,proses,dan tahap.Hari ini ada beberapa ahli geomorfologi yang
meragukan keabsahan tahap sebagai faktor kendali utama,tetapi mungkin tidak ada
ahli geologi yang meragukan pentingnya proses dan struktur dalam perkembangan
bentang alam. Struktur juga memiliki keterlibatan stratigrafis,dan pengetahuan
tentang struktur dari sebuahwilayahmelibatkan sebuah interpretasi sekuen
batuan, baik dalam singkapan dan di bawah permukaan,serta hubungan regional
lapisan batuan. Sebuah pengetahuan mengenai struktur geologi dalam pemikiran
sempit dengan demikian menjadi penting.Hal tersebut adalah latihan umum untuk
berbicara mengenai batuan yang masih bersifat “keras” dan “resistant” atau “lemah”
atau “non-resistant” terhadap proses-proses geomorfik.
3. Konsep
3. Untuk tingkat yang lebih besar, permukaan bumi memiliki penegasan bentuk
karena proses geomorfik
beroperasi pada tingkat yang berbeda-beda.
Penyebab
utama dari perbedaan gradasi dari permukaan bumi adalah batuan yang terdapat di
kerak bumi memiliki litologi yang berbeda, struktur yang berbeda, dan
mengakibatkan resistansi dari setiap batuan berbeda pula. Beberapa dari variasi
batuan bisa langsung dapat dilihat dengan jelas perbedaan nya, tetap ada juga
yang tidak terlalu terlihat.Kecuali untuk daerah yang baru terkena bencana.
Biasanya dapat diasumsi bahwa daerah yang secara topografi tinggi tersusun atas
batuan yang keras atau kuat, dan daerah yang topografi nya rendah tersusun atas
batuan yang lemah. Perbedaan komposisi batuan dan struktur batuan dapat
terlihat tidak hanya dalam geomorfologi regional saja, tetapi bisa juga dalam
topografi local.
4. Konsep
4. Proses geomorfologi meninggalkan bentuk yang khas dalam tiap bentuklahan dan
tiap proses geomorfologi membentuk bentuklahan tersediri.
Beberapa
kejadian seperti tektonisme dan proses vulkanik, berasal dari gaya yang ada di
dalam permukaan bumi atau menurut Penck adalah, proses endogen.
Sebaliknya,proses seperti pelapukan, mass-wasting, dan erosi terjadi akibat
gaya dari luar permukaan bumi dan disebut dengan eksogen. Umumnya, proses
endogen merupakan pembentukan ulang daerah yang sebelumnya sudah rusak akibat
proses eksogen. Jika tidak terjadi, sebagian besar permukaan bumi akan terus mengalami
perusakan dan bentuknya berantakan. Konsep geomorfologi yang satu ini sudah
lama ditemukan. Bahkan sejak jaman dahulu orang-orang mulai berfikir bahwa
terdapat proses yang mengakibatkan perbedaan bentuklahan di permukaan
bumi.Seperti hal nya spesies pada mahluk hidup dan tumbuhan, bentuklahan juga
memiliki karakteristik individu nya sendiri untuk membedakan nya dari jenis
yang lain berdasarkan proses geomorfologi yang terjadi didalamnya. Floodplain,
alluvial fans dan delta merupakan hasil produk dari adanya aksi arus; sumur
bawah tanah dan gua-gua besar merupakan produk dari air bawah tanah; moraine
dan drumlin dalam suatu daerah menandakan keberadaan
5. Konsep
5. Akibat agen-agen erosi yang bekerja pada permukaan bumi, menghasilkan produk
erosi yang bersusun pada bentuklahan.
Pada
satu waktu, kita mungkin menambahkan dengan pernyataan bahwa “memiliki
karakteristik yang berbeda pada tahapan perkembangan”.Sampai sekarang masih
belum tahu apakah peryataan ini benar.Pernyataan bahwa bentuklahan memiliki karakteristik
yang berbeda pada saat tahap perkembangan merupakan ide dari W.M. Davis dan
munculnya konsep dari siklus geomorfologi dan tahap-tahap nya seperti umur
muda, dewasa dan tua dimana Davis namakan dengan peneplain.Meskipun penggunaan
istilah siklus geomorfik tidak sepenuhnya pantas untuk menyatakan
perubahan-perubahan selama bentang alam mengalami proses gradasional, sulit
untuk mencari istilah pengganti, atau lebih tepatnya konsep pengganti evolusi
landskap, yang tidak memiliki kekurangan seperti istilah tersebut. Oleh karena
itu sebaiknya kita tetap menggunakan istilah siklus geimorfik meskipun
penggunaan istilah tersebut tidak berarti proses-proses bersifat siklik di alam
ataupun terdapat tahapan perkembangan bentang alam yang mudah dikenali. Penggunaan
istilah tersebut dapat diimplikasikan sebagai adanya
6. Konsep
6.Evolusi geomorfologi umumnya tidak bersifat sederhana melainkan kompleks.
Adalah sifat fundamental manusia untuk lebih memilih penjelasan sederhana.
Banyak
kontroversi dalam sains muncul karena kecenderungan memilih penjelasan
sederhanaBiasanya, sebagian besar detail topografi dibentuk oleh siklus erosi
saat ini, namun tak jarang juga terdapay fitur-fitur hasil siklus sebelumnya
yang tersisa. Meskipun terdapat bentang alam-bentang alam yang dapat dikatakan
sebagai produk proses geomorfik tunggal tertentu, jarang ditemukan kumpulan
bentang alam yang diatributkan kepada satu proses saja. Umumnya kita dapat
mengenali salah satu proses dominan, namun tetap ada proses-proses lain yang
bekerja. Hal ini menunjang pengelompokkan bentang alam, seperti yang dilakukan
oleh Horberg (1952), di mana bentang alam dibagi menjadi lima kategori umum.
Kategori tersebut, yaitu: bentang alam sederhana, campuran, monosiklik,
mutisiklik, tersingkap atau terangkat.
7. Konsep
7.Sebagiam kecil topografi bumi lebih tua dari tersier dan tidak lebih tua
danjarang sekali dijumpai dan kebanyakan daripadanya berumur Kuarter.
Sebagian
besar detail topografi kita sekarang mungkin tidak berasal dari pleistosen, dan
tentu saja ada sedikit topografi yang berasal dari tersier. Ashley (1931) telah
membuat kasus yang kuat untuk keremajaan topografi kita. Dia percaya bahwa
“sebagian besar pemandangan dunia, gunung-gunung, lembah, pantai, danau,
sungai, air terjun, jurang, tebing yang terbentuk pasca miosen, bahwa hampir
semuanya terbentuk sejak munculnya manusia, dan ada beberapa permukaan tanah
yang memiliki hubungan dengan pra-miosen.” ia memperkirakan bahwa setidaknya 90
persen dari permukaan tanah kami sekarang telah dikembangkan dalam waktu
pasca-tersier dan mungkin sebanyak 99 persen adalah Miosen pasca-menengah.
apakah angka-angka ini benar tidak penting, tetapi mereka pasti menunjukkan
kesimpulan dimana Ahli Geomorfologi harus menerima, meskipun fakta bahwa masih
mungkin untuk menemukan ahli geologi yang percaya sebaliknya.
8. Konsep
8.penafsiran yang tepat dari masa kini lanskap adalah mustahil tanpa apresiasi
penuh dari pengaruh bermacam-macam perubahan geologi dan iklim selama
Pleistocene.
korelatif
dengan realisasi kebaruan geologi sebagian besar topografi dunia adalah
pengakuan bahwa perubahan geologi dan iklim selama Pleistocene yang memiliki
efek pada topografi masa kini. glaciation langsung mempengaruhi banyak juta mil
persegi, mungkin sebanyak 10.000.000 mil persegi, tetapi efek ini diperpanjang
jauh melampaui wilayah glaciation sebenarnya. outwash dan bahan glasial yang
tertiup angin yang asli diperluas ke daerah-daerah tidak glaciated, dan efek
iklim yang mungkin di seluruh dunia dalam batas. tentu di lintang tengah efek
iklim yang mendalam. ada bukti tak terbantahkan bahwa banyak daerah yang saat
ini gersang atau semi kering memiliki iklim lembab selama usia glasial. Danau
air tawar ada di banyak daerah yang saat ini memiliki drainase
interior.setidaknya 100 cekungan tertutup di amerika serikat barat memiliki
danau Pleistocene di dalamnya.
9. Konsep
9. Apresiasi iklim dunia perlu pemahaman yang tepat tentang pentingnya berbagai
kondisi muka bumi.
Bahwa
faktor iklim, khususnya suhu dan presipitasi, harus mempengaruhi pengoperasian
proses geomorfik tampaknya jelas.Variasi iklim dapat mempengaruhi pengoperasian
proses geomorfik baik langsung atau tidak langsung. Secara tidak langsung
mempengaruhi sebagian besar terkait dengan bagaimana iklim mempengaruhi jumlah,
jenis, dan distribusi penutup vegetal. Kontrol langsung adalah seperti yang
jelas sebagai jumlah dan jenis curah hujan, intensitas, hubungan antara curah
hujan dan penguapan, berbagai harian suhu, apakah, dan seberapa sering suhu
turun di bawah titik beku, kedalaman penetrasi es, dan kecepatan angin dan
petunjuk arah. Namun demikian, faktor iklim lainnya yang efeknya kurang jelas,
seperti berapa lama tanah beku, meskipun demikian terdapat pula faktor iklim
yang efeknya tidak terlalu tampak, seperti lamanya daratan membeku, hujan
sangat lebat dan frekuensinya, musim-musim curah hujan maksimum, frekuensi hari
membeku dan mencairnya daratan, perbedaaan kondisi iklim yang dihadapi lereng
karena terdapat bagian terekspos dan tidak, perbedaan kondisi fitur topografi
searah mata angin dan sebaliknya karena pengaruh angin pembawa uap air, dan
perubahan kondisi iklim yang sangat cepat seiring perubahan letak
lintang.Sebagian besar dari konsep dasar geomorfologi berkembang pada daerah
dengan.
10. Konsep
10. Geomorfologi tidak hanya membahas mengenai bentang alam saat ini, namun
juga berkaitan dengan sejarah yang dilaluinya.
Geomorfologi
mengkaji terutama asal mula terbentuknya bentang alam yang tampak saat ini,
tetapi terdapat pula beberapa bentang alam yang berumur hingga periode maupun
kurun yang jauh di masa lampau.Maka geomorfologis harus mengadopsi pendekatan
historikal jika ingin mengintrepretasi sejarah geomorfologi suatu
daerah.Aplikasi prinsip uniformitarianisme dibutuhkan dalam pendekatan sejarah
tersebut.
D.
Tahap tahap perkembangan erosi.

1.
Stadium muda (young stream)
Dikatakan dalam stadium muda
apabila terjadi ketidakseimbangan antara proses erosi dan sedimentasi, di mana
erosi jauh lebih besar dibandingkan dengan sedimentasi. Tanda-tandanya adalah ·
proses erosi sangat aktif, baik erosi ke bawah maupun erosi ke samping. ·
lembahnya mempunyai lereng yang terjal (berbentuk huruf V) · banyak dijumpai
air terjun (waterfall) · pengikisan vertikal lebih kuat dibandingkan dengan
pengikisan horizontal
2.
Stadium
dewasa (mature stream) Dikatakan dalam stadium dewasa apabila sudah
terdapat keseimbangan antara proses erosi dan sedimentasi. Tanda-tandanya
adalah · kecepatan alirannya berkurang ·
lerengnya tidak tidak terlalu tajam (berbentuk huruf U) · erosi ke bawah
sudah tidak begitu kuat
3.
Stadium tua (old stream) Dikatakan
dalam stadium tua apabila pada bagian hilirnya terjadi pengendapan yang sangat besar, sedangkan di bagian hulunya hanya
terjadi sedikit sekali atau sama sekali sudah
tidak ada erosi. Tanda-tandanya adalah · proses erosi sangat kecil, sedangkan
proses sedimentasi sangat besar · terdapatnya dataran banjir (flood plain),
yaitu daerah di kiri dan kanan sungai apabila sungai mengalami banjir akan
tergenang dan terdapat endapan-endapan material, sewaktu air telah surut endapan material tersebut
tertinggal · dijumpai adanya meander
E.
Aspek aspek geomorfologi.
1.
Aspek morfologi meliputi
a
Aspek
morfografi, yaitu aspek yang mendeskripsikan tentang kondisi bentuklahan
seperti misalnya; daerah dataran, perbukitan, atau pegunungan.
b Aspek morfometri, yaitu aspek yang menyatakan ukuran
dan deskripsi dari parameter-parameter bentuklahan seperti; morfometri lereng
(kecuranian), morfometri DAS (tekstur, percabangan sungai, segment sungai, dan
lainnya), morfometri longsor (indeks pelebaran, indeks penipisan, indeks
perpindahan), atau morfometri lembah yang dinyatakan dalam (lebar lembah,
sinusitas, jarak antar lembah dan lainnya).
c
aspek morfologi
mencakup : morfometri dan morfogra fi.
Morfometri mencakup aspek ukuran dan
bentuk unsur- unsur penyusun
bentuklahan. Morfografi merupakan
susunan dari obyek alami yang ada di
permukaan bumi,
2.
Aspek morfoaenetik (Morfogenesa) meliputi :
d Aspekmorfodinamik,mendeskripsikan tentang dinamika
proses eksogenetik yang berkaitan dengan kerja air, angin, gletser, sinar
matahari dan gravitasi. Misainya; pelongsoran, banjir, pembentukan dune, bura (spit), rock fall dan
lainnya).
e
Aspek
morfostruktur, dibedakan menjadi morfostruktur aktif dan pasif. Morfostruktur
aktif mendeskripsikan tentang struktur yang terjadi akibat dari dinamika proses
endogenetik, yang meliputi; tektonosme dan vulkanisme. Sebagai contoh
terbentuknya gawir sesar (escarpment), gunung api, antiklinal-sinklinal, dan lainnya.
Morfostruktur pasif mendeskripsikan tentang litologi ( jenis batuan) dan
struktur kulit bumi yang berkaitan dengan proses denudasional, sebagai contoh;
proses pembentukan mesa, cuesta, kubah, hogback dan lainnya.
f
aspek
morfogenesa merupakan asal usul pembentukan
bentuklahan dan perkembangannya.
3.
Morfokronologi
mendeskripsikan tentang pertanggalan relatif atau absolut pada suatu
bentuklahan dalam hubungannya dengan proses pembentukannya, aspek
morfokronologi merupakan urutanbentuklahan yang ada di permukaan bumi sebagai
hasil proses geomorfologis.
4.
Morfoasosiasi
mendeskripsikan tentang pertautan antara bentuklahan yang satu dengan
bentuklahan yang lain secara kontekstual dalam suatu susunan keruangan dan
berkaitan dengan prosesproses geomorfikaspek morfo-asosiasi
merupakan kaitan antara bentuklahan satu denganbentuklahan yang lain dalam
susunan keruangan atau sebarannya di permukaan bumi Van Zuidam (1983).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar